DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :
bahwa untuk melaksanakan ketentuan
Pasal 146 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
Penataan Ruang perlu menetapkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional tentang Pelaksanaan Sinkronisasi Program Pemanfaatan
Ruang;
Mengingat :
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL TENTANG PELAKSANAAN SINKRONISASI PROGRAM PEMANFAATAN RUANG.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 2
(1) Pelaksanaan SPPR dilakukan dengan menyelaraskan Indikasi Program Utama dengan program sektoral dan kewilayahan dalam dokumen rencana pembangunan secara terpadu.
(2) Pelaksanaan SPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
(3) Pelaksanaan SPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat melibatkan unsur Forum Penataan Ruang.
Pasal 3
(1) Pelaksanaan SPPR sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 ayat (2) menghasilkan dokumen:
(2) SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a disusun secara menyeluruh untuk mewujudkan keterpaduan program Pemanfaatan Ruang.
(3) SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b disusun secara tematik untuk menentukan prioritas program Pemanfaatan Ruang.
(4) SPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) menjadi masukan untuk penyusunan rencana pembangunan dan pelaksanaan peninjauan kembali dalam rangka revisi RTR.
Bagian Kedua
Pelaksanaan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang oleh Pemerintah Pusat
Pasal 4
Pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) dilakukan terhadap:
Pasal 5
(1) Lingkup pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Pusat dilakukan terhadap program infrastruktur berdasarkan Indikasi Program Utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselaraskan dengan program sektoral dan kewilayahan dalam dokumen rencana pembangunan nasional.
(2) Program infrastuktur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah program yang mendukung perwujudan Rencana Struktur Ruang RTR di Tingkat nasional antara lain:
(3) Lingkup wilayah pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah wilayah pulau/kepulauan berdasarkan RTR Pulau/Kepulauan yang di rinci berdasarkan wilayah administrasi provinsi.
(4) Pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) perlu diselaraskan dengan kebijakan nasional yang bersifat strategis.
(5) Program infrastruktur yang ditelaah dalam pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau sumber pendanaan lainnya yang sah sesuai kewenangan Pemerintah Pusat.
Pasal 6
SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) oleh Pemerintah Pusat digunakan sebagai:
Pasal 7
SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) oleh Pemerintah Pusat digunakan sebagai:
Bagian Ketiga
Pelaksanaan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang oleh Pemerintah Daerah
Pasal 8
(1) Pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) sesuai dengan kewenangannya dilakukan terhadap:
(2) Lingkup pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Daerah dilakukan terhadap program infrastruktur berdasarkan Indikasi Program Utama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselaraskan dengan program sektoral dan kewilayahan dalam dokumen rencana pembangunan daerah.
(3) Program infrastuktur sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah program yang mendukung perwujudan Rencana Struktur Ruang RTR di daerah antara lain program terkait:
(4) Lingkup wilayah pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota berdasarkan RTRW sesuai kewenangannya.
(5) Pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diselaraskan dengan program sektoral dan kewilayahan dalam dokumen rencana pembangunan daerah.
(6) Program infrastruktur yang ditelaah dalam pelaksanaan SPPR oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) menggunakan sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan/atau sumber pendanaan lainnya yang sah sesuai kewenangan Pemerintah Daerah.
Pasal 9
SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf a oleh Pemerintah Daerah digunakan sebagai:
Pasal 10
SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4) huruf b oleh Pemerintah Daerah digunakan sebagai:
Bagian Keempat
Tata Cara Pelaksanaan
Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang
Pasal 11
(1) Tata cara pelaksanaan SPPR meliputi tahap:
(2) Dalam rangka pelaksanaan SPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah membentuk tim pelaksana penyusun SPPR.
(3) Tim pelaksana penyusunan SPPR oleh Pemerintah Pusat sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dikoordinasikan oleh Menteri.
(4) Tim pelaksana penyusunan SPPR oleh Pemerintah Daerah sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dibentuk oleh Sekretaris Daerah dan diketuai oleh kepala Perangkat Daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang penataan ruang dalam bentuk Surat Keputusan Sekretaris Daerah.
(5) Tim pelaksana penyusunan SPPR sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) melibatkan instansi pelaksana program pemanfaatan ruang.
(6) Tim pelaksana penyusunan SPPR sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dapat dibuat terintegrasi dengan Tim Penyusun RTR.
(7) Contoh Format Surat Keputusan Tim pelaksana penyusunan SPPR sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) terlampir dalam Lampiran II.
Pasal 12
Dalam tahap persiapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a tim pelaksana penyusunan SPPR:
Pasal 13
(1) Pengumpulan data dan informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b dilakukan melalui pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder.
(2) Pengumpulan data dan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk memperoleh konfirmasi dan pemutakhiran data program Pemanfaatan Ruang yang diperoleh dari instansi pelaksana program.
(3) Pengumpulan data primer sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan melalui:
Pasal 14
(1) Tahap Penyusunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf c terdiri atas:
(2) Penyusunan SPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b terdiri atas:
(3) Hasil Penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (Lima) Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:
(4) Buku hasil kajian rencana terpadu SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a antara lain paling sedikit memuat:
(5) Hasil Penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (Satu) Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:
(6) Buku hasil kajian rencana terpadu SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a antara lain paling sedikit memuat:
(7) Hasil Penyusunan SPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) ditandatangani oleh:
Pasal 15
(1) Kerangka waktu penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf a, dilaksanakan dengan ketentuan:
(2) Kerangka waktu penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf b, dilaksanakan dengan ketentuan:
Pasal 16
(1) Penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf a meliputi tahap:
(2) Tahap identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a disusun dalam:
(3) Tahap inventarisasi dan sintesis RTR dengan rencana pembangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b disusun dalam:
(4) Tahap analisis sinkronisasi program Pemanfaatan Ruang jangka menengah berbasis spasial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c disusun dalam:
(5) Tahap perumusan rencana terpadu program Pemanfaatan Ruang jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d yang disusun dalam:
Pasal 17
(1) Penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf b meliputi:
(2) Tahap identifikasi kawasan yang diprioritaskan pada jangka pendek tahun (t+2) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a disusun dalam matriks yang memuat informasi hasil identifikasi kawasan yang terpilih untuk diprioritoritaskan pada tahun (t+2).
(3) Tahap identifikasi keterlaksanaan rencana terpadu program Pemanfaatan Ruang jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yang disusun dalam matriks yang memuat informasi realisasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang pada periode jangka menengah 5 (lima) tahunan yang diturunkan ke dalam periode jangka pendek 1 (satu) tahunan.
(4) Tahap penilaian prioritas program Pemanfaatan Ruang jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c disusun dalam matriks yang memuat penilaian prioritas program pemanfaatan ruang yang disusun dalam lingkup administrasi provinsi.
(5) Tahap usulan prioritas program Pemanfaatan Ruang jangka pendek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d disusun dalam bentuk:
Pasal 18
(1) Metode tahapan penyusunan SPPR sebagaimana tercantum dalam Pasal 15 dan Pasal 16 dapat dilakukan pengembangan sesuai dengan kebutuhan analisis yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran yang serupa.
(2) Format penyajian matriks dalam penyusunan SPPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dan Pasal 16 tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
(3) Format penyajian peta dalam penyusunan SPPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dan Pasal 16 tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 19
(1) Tahap penyampaian hasil SPPR dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
(2) Penetapan dan penyampaian hasil SPPR yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dan disampaikan melalui surat yang ditandatangani oleh Menteri kepada Menteri/Kepala Lembaga dan Kepala Daerah terkait.
(3) Penetapan dan penyampaian hasil SPPR yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dan disampaikan melalui surat yang ditandatangani oleh Kepala Daerah kepada Menteri dan perangkat daerah terkait.
(4) Contoh format surat penyampaian hasil SPPR sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 20
(1) Penyampaian hasil SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagai masukan untuk rencana pembangunan dilakukan paling lambat:
(2) Penyampaian hasil SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan sebagai masukan untuk rencana pembangunan (RKP/RKPD) dilakukan paling lambat 2 (dua) bulan sebelum:
(3) Penyampaian hasil SPPR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disampaikan kepada:
(4) Penyampaian hasil SPPR kepada tim penyusun RTR dilakukan sebelum pelaksanaan peninjauan kembali dalam rangka revisi RTR.
(5) Penyampaian hasil SPPR oleh Pemerintah Daerah kepada Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan sebagai masukan untuk pelaksanaan peninjauan kembali dalam rangka revisi RTR di daerah.
Bagian Kelima
Dukungan Sistem Informasi
Pasal 21
(1) Penyusunan SPPR dapat dilakukan dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis elektronik yang terintegrasi dengan sistem informasi perencanaan pembangunan.
(2) Sistem informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk membantu proses penyusunan dan koordinasi dengan pihak terkait serta penyampaian hasil SPPR.
(3) Kebijakan teknis, aksesibilitas, tata cara berbagi pakai data dan pengelolaan SPPR diselenggarakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 22
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
|
Ditetapkan di Jakarta |
|
|
MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ |
|
|
Diundangkan di Jakarta pada tanggal DIREKTUR JENDERAL
|
|
|
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN NOMOR |
|
Penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) oleh Pemerintah Daerah terdiri atas:
Penyusunan SPPR oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan kewenangannya dan dilakukan terhadap RTRW Provinsi, RTRW Kabupaten, dan/atau RTRW Kota yaitu dengan menyelaraskan indikasi program utama RTR tingkat daerah dengan program sektoral dan kewilayahan dalam dokumen rencana pembangunan.
Lingkup wilayah SPPR oleh Pemerintah Daerah adalah wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota berdasarkan RTRW sesuai kewenangannya.
Lingkup program pemanfaatan ruang yang ditelaah dalam penyusunan SPPR oleh Pemerintah Daerah adalah seluruh program infrastruktur untuk mewujudkan fungsi kawasan sesuai dengan arahan pemanfaatan ruang dalam RTRW Provinsi atau RTRW Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut:
Tata cara penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan terdiri atas 4 (empat) tahap utama yaitu:
Hasil penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan meliputi:
Pada setiap tahap penyusunan akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:
Identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan merupakan upaya untuk mengidentifikasi sasaran wilayah/kawasan yang disebutkan dalam dokumen RTR maupun dokumen rencana pembangunan. Wilayah/Kawasan yang teridentifikasi akan menjadi acuan keterpaduan fungsi dan lokasi untuk program infrastruktur yang direncanakan. Perwujudan infrastruktur pada dasarnya adalah untuk mendukung fungsi pengembangan pada wilayah/kawasan yang diarahkan pengembangannya dalam RTR maupun rencana pembangunan.
Identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan berdasarkan RTR dilakukan dengan melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan yang diamanatkan dalam RTRW di daerah dan meninjau konsistensi arahan pengembangan wilayah/kawasan pada RTR yang lebih makro. SPPR Provinsi melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan yang tercantum dalam RTRWN, RTR KSN hingga RTR laut seperti RZ KAW dan RZ KSNT pada wilayah provinsi. SPPR Kabupaten/Kota melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan yang tercantum dalam RTRWN, RTR KSN hingga RTRWP pada wilayah Kabupaten/Kota.
Identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan berdasarkan rencana pembangunan dilakukan dengan melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan pada lingkup wilayah daerah yang diamanatkan dalam rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah antara lain:
Hasil identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan RTR dan rencana pembangunan diinventarisasi menjadi acuan sasaran pengembangan wilayah/kawasan dalam SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Proses yang dilakukan pada tahap ini meliputi:
Output yang dihasilkan pada tahap ini adalah Matriks 1 (M1) Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan yang memuat:
Format Matriks 1 Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan tercantum pada Tabel II.1.
| No. | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan RTRW Kabupaten/Kota) | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan RTR Tingkat nasional dan Provinsi**) | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan Rencana Pembangunan | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan Provinsi .... / Kabupaten ..../Kota .... | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| RTRWN | RTR Pulau/ Kepulauan | RTR KSN | RZ KAW ... / RZ KSNT | RTRW Provinsi | RPJMN | Kebijakan Nasional yang Bersifat strategis | RPJMD | |||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| A. | Sistem Perkotaan / Pusat Permukiman / Pusat Pelayanan | |||||||||
| 1. | ||||||||||
| 2. | ||||||||||
| B. | Kawasan Andalan | |||||||||
| 1. | Kawasan Andalan ... | |||||||||
| a. | ||||||||||
| b. | ||||||||||
| 2. | Kawasan Andalan ... | |||||||||
| a. | ||||||||||
| b. | ||||||||||
| C. | Kawasan Strategis Provinsi/Kabupaten/Kota/RDTR | |||||||||
| 1. | ||||||||||
| 2. | ||||||||||
Keterangan:
Inventarisasi dan Sintesis RTR dengan Rencana Pembangunan dilakukan untuk mengumpulkan daftar indikasi program jangka menengah 5 (lima) tahunan berdasarkan RTRW maupun rencana pembangunan, serta menyusun sintesis program yang mempertajam indikasi program utama menjadi bahasa program hingga level kegiatan/sub kegiatan disertai dengan keterangan lokasi pelaksanaan program.
Inventarisasi program dilakukan dengan menginventarisasi rencana struktur ruang RTRW, indikasi program utama RTRW, serta program sektoral dan kewilayahan dokumen rencana pembangunan dan kebijakan nasional yang bersifat strategis sehingga dapat terkumpul seluruh program pemanfaatan ruang jangka menengah 5 (lima) tahunan di dalam wilayah provinsi/kabupaten/kota.
Kemudian dilakukan sintesis program melalui penajaman bahasa program hingga level kegiatan/sub kegiatan beserta dengan keterangan lokasi program.
Sintesis akan menghasilkan jenis program/kegiatan dan lokasi yang lebih jelas sehingga dapat lebih mudah dan siap untuk dilakukan analisis sinkronisasi program berbasis spasial antarprogram.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Input inventarisasi program sektoral dan kewilayahan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan oleh Pemerintah Daerah tercantum pada Tabel II.2.
| No. | Dokumen Rencana Pembangunan dan Kebijakan Nasional yang Bersifat Strategis | Kriteria dan Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) | Merupakan dokumen perencanaan nasional untuk periode
5 (lima) tahunan. Rencana dan program dalam RPJMN yang terdapat di lingkup wilayah
penyusunan SPPR Daerah
Catatan: Dalam hal RPJMN belum ditetapkan, maka dapat mengacu pada Rancangan RPJMN. |
| 2 | Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) | Merupakan dokumen perencanaan daerah untuk periode 5
(lima) tahunan.
Catatan: Dalam hal RPJMD belum ditetapkan, maka dapat mengacu pada RPD atau Rancangan RPJMD. |
| 3 | Rencana Strategis Perangkat Daerah | Merupakan dokumen perencanaan perangkat daerah untuk
periode 5 (lima) tahunan yang telah ditetapkan (legal).
Contoh: Renstra Dinas PUPR, dsb. |
| 4 | Rencana pembangunan sektoral | Merupakan dokumen perencanaan pembangunan sektoral di
daerah yang merupakan amanat dari undang-undang atau peraturan daerah yang telah
ditetapkan (legal) selain Renstra Perangkat Daerah, umumnya ditetapkan dengan
SK Gubernur/Walikota/Bupati atau SK Kepala Badan/Dinas.
Contoh: Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Rencana Induk Pengelolaan Persampahan Kabupaten dsb. |
| 5 | Kebijakan nasional yang bersifat strategis | Merupakan kebijakan, program dan/atau proyek yang memiliki
sifat strategis secara nasional untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ditetapkan oleh Presiden.
Dalam hal ini, program/proyek nasional bersifat strategis yang terdapat dalam
lingkup wilayah penyusunan SPPR Daerah.
Contoh: Peraturan Presiden tentang Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan peraturan perundang-undangan lainnya tentang KEK, KI, KSPN, atau percepatan pengembangan kawasan tertentu. |
Proses yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
Output yang dihasilkan dalam tahap ini terdiri atas:
Format Matriks 2 Inventarisasi dan Sintesis Program dari Rencana Tata Ruang dan Rencana Pembangunan tercantum pada Tabel II.4.
| Sistem Infrastruktur | Jenis Infrastruktur | Kode Program | Bentuk Geometri | Program Prasyarat | Program Optimasi | Lingkup SPPR |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sistem Jaringan Jalan | Jalan Arteri Primer | JLN.A. | LINE | JLN.C. | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Jalan Arteri Sekunder | JLN.B. | LINE | JLN.D. | Pusat, Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Kolektor Primer | JLN.C. | LINE | JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Kolektor Sekunder | JLN.D. | LINE | JLN.F | Pusat, Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Lokal Primer | JLN.E | LINE | JLN.C. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Lokal Sekunder | JLN.F | LINE | JLN.D. / JLN.E | Pusat, Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Lingkungan Primer | JLN.G | LINE | JLN.E. / JLN.F | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Lingkungan Sekunder | JLN.H | LINE | JLN.F. / JLN.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Strategis Nasional | JLN.I | LINE | JLN. | Pusat | ||
| Jalan Bebas Hambatan | JLN.J | LINE | JLN.A/JLN.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Khusus | JLN.K | LINE | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Masuk dan Keluar Terminal Barang dan Penumpang | JLN.L | LINE | JLN.A/JLN.C / JLN.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jembatan | JLN.M | LINE | JLN | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan | Lajur, Jalur, atau Jalan Khusus Angkutan Massal Berbasis Jalan | DAT.A | LINE | JLN | DAT.G | Pusat |
| Terminal Penumpang Tipe A | DAT.B | POINT | JLN.A/JLN.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Terminal Penumpang Tipe B | DAT.C | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Terminal Penumpang Tipe C | DAT.D | POINT | JLN.A/JLN.B / JLN.C/JLN.D / JLN.E/JLN.F | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Terminal Barang | DAT.E | POINT | JLN.A/JLN.B / JLN.C/JLN.D/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jembatan Timbang | DAT.F | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | Daerah (Prov) | ||
| Halte | DAT.G | POINT | DAT.A | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalur Sepeda | DAT.H | LINE | DAT.I | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Pejalan Kaki (Pedestrian) | DAT.I | LINE | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Jaringan Perkeretaapian | Jaringan Jalur Kereta Api Antarkota | KAI.A | LINE | KAI.H | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Jalur Monorel | KAI.B | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur Kereta Rel Listrik | KAI.C | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur MRT | KAI.D | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur LRT | KAI.E | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur Kereta Api Perkotaan Lainnya | KAI.F | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan Jalur Kereta Api Khusus | KAI.G | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Stasiun Penumpang Kereta Api Antarkota | KAI.H | POINT | KAI.A; JLN.A/ JLN.B/JLN.C/ JLN.D/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Penumpang Kereta Api Perkotaan | KAI.J | POINT | KAI.B / KAI.C / KAI.D / KAI.E / KAI.F; JLN.A/ JLN.B/JLN.C/ JLN.D/JLN.E / JLN.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Barang | KAI.K | POINT | JLN.A/JLN.B / JLN.C/JLN.D/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Operasi | KAI.L | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.I / JLN.J; ASD.D/ ASD.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Sungai, Danau, dan Penyeberangan | Pelabuhan Penyeberangan Kelas I | ASD.A | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Penyeberangan Kelas II | ASD.B | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.I / JLN.J; ASD.E / ASD.F / ASD.G | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Penyeberangan Kelas III | ASD.C | POINT | JLN.C/JLN.E; ASD.F/ASD.G / ASD.H | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan Antarnegara | ASD.D | LINE | ASD.A | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan Antarprovinsi | ASD.E | LINE | ASD.A/ASD.B | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan Antarkabupaten/Kota dalam Provinsi | ASD.F | LINE | ASD.B/ASD.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan dalam Kabupaten | ASD.G | LINE | ASD.B/ASD.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Lintas Penyeberangan dalam Kota | ASD.H | LINE | ASD.B/ASD.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Pelabuhan Sungai dan Danau Utama | ASD.I | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.I / JLN.J; ASD.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Sungai dan Danau Pengumpul | ASD.J | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E/JLN.I / JLN.J; ASD.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Sungai dan Danau Pengumpan | ASD.K | POINT | JLN.C/JLN.E; ASD.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Angkutan Sungai dan Danau | ASD.L | LINE | ASD.I / ASD.J/ ASD.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur Pelayaran Sungai dan Danau | ASD.M | LINE | ASD.I / ASD.J/ ASD.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Transportasi Laut | Pelabuhan Utama | LAT.A | POINT | JLN.A. / JLN.I / JLN.J; LAT.J/ LAT.K/LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Pelabuhan Pengumpul | LAT.B | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.I/JLN.J; LAT.J/LAT.K / LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Pengumpan Regional | LAT.C | POINT | JLN.C/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Pengumpan Lokal | LAT.D | POINT | JLN.E; LAT.J/ / LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Perikanan Samudera | LAT.E | POINT | JLN.A./JLN.C / JLN.I / JLN.J; LAT.J/LAT.K / LAT.N | LAT.K | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Pelabuhan Perikanan Nusantara | LAT.F | POINT | JLN.A. / JLN.C /JLN.I/JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Perikanan Pantai | LAT.G | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pangkalan Pendaratan Ikan | LAT.H | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Lainnya | LAT.I | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur-Pelayaran Umum dan Perlintasan | LAT.J | LINE | LAT.A/LAT.B / LAT.C/LAT.D/ LAT.E / LAT.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan | LAT.K | LINE | LAT.A/LAT.B / LAT.C/LAT.D/ LAT.E/LAT.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur Pelayaran Khusus | LAT.L | LINE | LAT.Q | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Dermaga | LAT.M | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) | LAT.N | POINT | LAT.J/LAT.K / LAT.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur-Pelayaran Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) | LAT.O | LINE | LAT.D/ LAT.I / LAT.F; LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Terminal Umum | LAT.P | POINT | LAT.A/LAT.B / LAT.C/LAT.D | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Transportasi Udara | Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Primer | DAR.A | POINT | JLN.A./JLN.I / JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Sekunder | DAR.B | POINT | JLN.A. /JLN.I/ JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Tersier | DAR.C | POINT | JLN.A. / JLN.C / JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bandar Udara Pengumpan | DAR.D | POINT | JLN.C/JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bandar Udara Umum di Perairan | DAR.E | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Bandar Udara Khusus | DAR.F | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi | Infrastruktur Migas | MGS.A | POINT | JLN.A. / JLN.C /JLN.E/JLN.I / JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Sarana Penyimpanan Bahan Bakar Migas | MGS.B | POINT | JLN.A. / JLN.C /JLN.E/JLN.I / JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sarana Pengolahan Hasil Pembakaran Migas | MGS.C | POINT | MGS.F/MGS.G | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sarana Pengolahan Migas Lainnya | MGS.D | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Transmisi Migas | MGS.E | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan yang Menyalurkan Minyak Bumi dari Fasilitas Produksi-Kilang Pengolahan | MGS.F | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan yang Menyalurkan Gas Bumi dari Fasilitas Produksi Kilang Pengolahan | MGS.G | LINE | MGS.B | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan yang Menyalurkan Minyak Bumi dari Fasilitas Produksi-Tempat Penyimpanan | MGS.H | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan yang Menyalurkan Gas Bumi dari Fasilitas Produksi ke Tempat Penyimpanan | MGS.I | LINE | MGS.B | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan yang Menyalurkan Gas Bumi dari Kilang Pengolahan - Konsumen | MGS.J | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Pipa Bawah Laut Minyak dan Gas Bumi | MGS.K | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Infrastruktur Ketenagalistrikan | Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) | LIS.A | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) | LIS.B | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M / LIS.N/ LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) | LIS.C | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N/ LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) | LIS.D | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) | LIS.E | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) | LIS.F | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) | LIS.G | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) | LIS.H | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) | LIS.I | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Lainnya | LIS.J | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi (SUTUT) | LIS.K | LINE | LIS.A/LIS.B / LIS.C / LIS.D/ LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) | LIS.L | LINE | LIS.A / LIS.B / LIS.C / LIS.D/ LIS.E/LIS.F / LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) | LIS.M | LINE | LIS.A/LIS.B/ LIS.C / LIS.D/ LIS.E/LIS.F/ LIS.G / LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Tinggi Arus Searah (SUTTAS) | LIS.N | LINE | LIS.A/LIS.B / LIS.C / LIS.D/ LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Kabel Tegangan Ekstra Tinggi (SKTET) | LIS.O | LINE | LIS.A / LIS.B / LIS.C / LIS.D / LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) | LIS.P | LINE | LIS.A / LIS.B/ LIS.C / LIS.D/ LIS.E/LIS.F/ LIS.G / LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Transmisi Lainnya | LIS.Q | LINE | LIS.A / LIS.B/ LIS.C/LIS.D/ LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) | LIS.R | LINE | LIS.K/LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) | LIS.S | LINE | LIS.R; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) | LIS.T | LINE | LIS.K/LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Saluran Distribusi Lainnya | LIS.U | LINE | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Kabel Bawah Tanah | LIS.V | LINE | LIS.R; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Kabel Bawah Laut untuk Ketenagalistrikan | LIS.W | LINE | LIS.A / LIS.B / LIS.C/LIS.D / LIS.E / LIS.F/ LIS.G / LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.W; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Gardu Induk | LIS.X | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N/ LIS.O / LIS.P; LIS.Y; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Gardu Hubung | LIS.Y | POINT | LIS.R; LIS.X | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Gardu Distribusi | LIS.Z | POINT | LIS.S / LIS.U / LIS.V; LIS.Y | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Titik Pendaratan (Landing Point) | LIS.AA | POINT | LIS.W | Pusat | ||
| Jaringan Pipa Fluida Lainnya | LIS.AB | LINE | Pusat | |||
| Jaringan Tetap (telekomunikasi) | Jaringan Kabel | KOM.A | LINE | KOM.C | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Jaringan Kabel Bawah Laut Untuk Telekomunikasi | KOM.B | LINE | KOM.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan Serat Optik | KOM.C | LINE | KOM.A / KOM.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sentral Telepon Otomat (STO) | KOM.D | POINT | KOM.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Rumah Kabel | KOM.E | POINT | KOM.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Kotak Pembagi | KOM.F | POINT | KOM.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Telepon Fixed Line | KOM.G | LINE | KOM.D; KOM.E; KOM.F | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Bergerak Terestrial | KOM.H | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Bergerak | Infrastruktur Jaringan Mikro Digital | KOM.I | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan Bergerak Seluler | KOM.J | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Stasiun Transmisi (Sistem Televisi) | KOM.K | POINT | JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Menara Base Transceiver Station (BTS) | KOM.L | POINT | LIS.Z | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Bergerak Satelit | KOM.M | POINT | JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Bumi (Satelit) | KOM.N | POINT | JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Prasarana Sumber Daya Air | Jaringan Irigasi Primer | SDA.A | LINE | SDA.H / SDA.I; SDA.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Jaringan Irigasi Sekunder | SDA.B | LINE | SDA.A; SDA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Irigasi Tersier | SDA.C | LINE | SDA.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Irigasi Air Tanah | SDA.D | LINE | SDA.B / SDA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Pengendalian Banjir | SDA.E | LINE | SDA.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bangunan Pengendalian Banjir | SDA.F | POINT | SDA.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pintu Air | SDA.G | POINT | SDA.H / SDA.I / SDA.J / SDA.A / SDA.B | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bendungan | SDA.H | POINT | SDA.A; SDA.G; SDA.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bendung | SDA.I | POINT | SDA.A; SDA.G; SDA.J | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Penanganan Air Permukaan | SDA.J | LINE | Pusat | |||
| Penanganan Air Tanah | SDA.K | POINT | Pusat | |||
| Pengaman Pantai | SDA.L | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Tanggul Penahan Longsor | SDA.M | LINE | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) | Bangunan Pengambil Air Baku | PAM.A | POINT | PAM.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Jaringan Transmisi Air Baku | PAM.B | LINE | PAM.A; PAM.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Instalasi Produksi Air | PAM.C | POINT | PAM.B; PAM.E | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Penampung Air | PAM.D | POINT | PAM.E | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Distribusi Pembagi | PAM.E | LINE | PAM.B; PAM.D; PAM.F | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sambungan Langsung | PAM.F | LINE | PAM.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Hidran Umum | PAM.G | POINT | PAM.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Hidran Kebakaran | PAM.H | POINT | PAM.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sumur Dangkal (BJP) | PAM.I | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sumur Pompa (BJP) | PAM.J | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Bak Penampungan Air Hujan (BJP) | PAM.K | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Terminal Air (BJP) | PAM.L | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Bangunan Penangkap Mata Air (BJP) | PAM.M | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) | Jaringan Sistem Pengelolaan Air Limbah Non Domestik | LIM.A | LINE | LIM.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Infrastruktur Sistem Pengelolaan Air Limbah Non Domestik | LIM.B | POINT | LIM.A | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Setempat - Sub-sistem Pengolahan Setempat | LIM.C | POINT | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| SPALD Setempat - Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) | LIM.D | POINT | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| SPALD Terpusat - Pipa Tinja | LIM.E | LINE | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Non Tinja | LIM.F | LINE | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Persil | LIM.G | LINE | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Bak Perangkap Lemak dan Minyak dari Dapur | LIM.G | POINT | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Bak Kontrol | LIM.H | POINT | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat Lubang Inspeksi | LIM.I | POINT | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Retikulasi | LIM.J | LINE | LIM.K; LIM.E / LIM.F / LIM.G; LIM.H / LIM.I | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Induk | LIM.K | LINE | LIM.J; LIM.N / LIM.M/LIM.O | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Prasarana dan Sarana Pelengkap | LIM.L | POINT | LIM.J / LIM.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| SPALD Terpusat - IPAL Kota | LIM.M | POINT | LIM.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| SPALD Terpusat - IPAL Skala Kawasan Tertentu/ Permukiman | LIM.N | POINT | LIM.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| SPALD Terpusat - IPAL Komunal Industri Rumah Tangga | LIM.O | POINT | LIM.K | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) | LIM.P | POINT | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Jaringan Persampahan | Stasiun Peralihan Antara (SPA) | SAM.A | POINT | SAM.B/SAM.C; SAM.D; JLN | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) | SAM.B | POINT | SAM.A/SAM.E / SAM.D; JLN | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Tempat Penampungan Sementara (TPS) | SAM.C | POINT | SAM.A/SAM.E / SAM.D; JLN | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) | SAM.D | POINT | SAM.A / SAM.B / SAM.C; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) | SAM.E | POINT | SAM.A/SAM.B / SAM.C; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Drainase | Jaringan Drainase Primer | DRA.A | LINE | DRA.B | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Jaringan Drainase Sekunder | DRA.B | LINE | DRA.A: DRA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Drainase Tersier | DRA.C | LINE | DRA.B; DRA.D | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Drainase Lokal | DRA.D | LINE | DRA.C | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Peresapan (Kolam Retensi) | DRA.E | POINT | DRA.A / DRA.B / DRA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Tampungan (Polder) | DRA.F | POINT | DRA.A/DRA.B / DRA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Pelengkap Drainase | DRA.G | POINT | DRA.A/DRA.B / DRA.C / DRA.D | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sistem Jaringan Evakuasi Bencana | Jalur Evakuasi Bencana | BCN.A | LINE | JLN./BCN.B / BCN.C | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Tempat Evakuasi Sementara | BCN.B | POINT | BCN.A: BCN.C | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Tempat Evakuasi Akhir | BCN.C | POINT | BCN.A/BCN.B | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sistem Prasarana Pertahanan dan Keamanan | Markas TNI Angkatan Darat | HKM.A | POINT | JLN. | Pusat | |
| Pangkalan TNI Angkatan Laut | HKM.B | POINT | JLN. | Pusat | ||
| Pangkalan TNI Angkatan Udara | HKM.C | POINT | JLN. | Pusat | ||
| Pos Lintas Batas | HKM.D | POINT | JLN. | Pusat (KPN) | ||
| Pos Pengamanan Batas | HKM.E | POINT | JLN. | Pusat (KPN) | ||
| Karantina dan Bea Cukai | HKM.F | POINT | JLN. | Pusat (KPN) | ||
| Sarana Hankam Lainnya | HKM.G | POINT | JLN. | Pusat | ||
| Sarana Prasarana Perumahan | Rumah Susun Umum (Public Housing) | RUM.A | POINT | JLN. PAM.E; PAM.F; PAM.H; LIM.M/LIM.N; SAM.B/SAM.C; DRA.C/DRA,D | optional (Pusat/Daerah) | |
| Rumah Khusus | RUM.B | POINT | JLN. PAM.E; PAM.F; LIM.M/LIM.N; SAM.B/SAM.C; DRA.C/DRA,D | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Penataan Kawasan Kumuh | RUM.C | POINT | JLN. PAM.E; PAM.F; LIM.C/LIM.M/LIM.N; SAM.B/SAM.C; DRA.C/DRA,D | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Sistem Prasarana Pariwisata | Destinasi Pariwisata | WST.A | POINT | WST.C | WST.B; WST.D | optional (Pusat/Daerah) |
| Amenitas Wisata | WST.B | POINT | WST.A; WST.C | WST.D | optional (Pusat/Daerah) | |
| Jalan Akses menuju Destinasi Wisata | WST.C | LINE | WST.A | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Trayek Angkutan Pariwisata | WST.D | LINE | WST.A; WST.C | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Sarana Prasarana Perekonomian | Sentra Produksi | EKO.A | POINT | EKO.B | EKO.B; EKO.C; EKO.D; EKO.E/EKO.F /EKO.G; SDA.B/SDA.C /SDA.D | optional (Pusat/Daerah) |
| Sarana Prasarana Penunjang Input Produksi (Pupuk, Pembibitan, dll) | EKO.B | POINT | EKO.A | EKO.C | optional (Pusat/Daerah) | |
| Unit Industri Pengolahan | EKO.C | POINT | EKO.A. | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Gudang Distribusi | EKO.D | POINT | EKO.A | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Pasar Induk | EKO.E | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Pasar Tradisional | EKO.F | POINT | JLN.C/JLN.E / JLN.G | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Pasar Komoditas (Pasar Hewan/Ikan/dll) | EKO.G | POINT | JLN.C/JLN.E / JLN.G | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Sarana Prasarana Pemerintahan | Kantor Pemerintahan Skala Nasional | PMR.A | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.E | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) |
| Kantor Pemerintahan Skala Provinsi | PMR.B | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Kantor Pemerintahan Skala Kabupaten/Kota | PMR.C | POINT | JLN.C/JLN.D / JLN.E/JLN.F | PAM.F; PAM.H: LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Kantor Pemerintahan Skala Kecamatan/Kelurahan/Desa | PMR.D | POINT | JLN. | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Sarana Pelayanan Umum | Rumah Sakit Umum | SPU.A | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.E; LIM.B | PAM.F; PAM.H; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) |
| Rumah Sakit Khusus | SPU.B | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.E; LIM.B | PAM.F; PAM.H; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Puskesmas | SPU.C | POINT | JLN. | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Fasilitas Pendidikan Tinggi | SPU.D | POINT | JLN.A/JLN.B/ JLN.C/JLN.D/ JLN.E/JLN.F; LIM.B | PAM.F; PAM.H; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Fasilitas Pendidikan Menengah | SPU.E | POINT | JLN.C/JLN.D / JLN.E/JLN.F | PAM.F; PAM.H: LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Fasilitas Pendidikan Dasar | SPU.F | POINT | JLN.C/JLN.D / JLN.E /JLN.F/JLN.G | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) |
| No. | Rencana Struktur Ruang RTRW | Indikasi Program Utama 5 Tahun RTRW | Tahun Pelaksanaan | Rencana Tata Ruang | Rencana Pembangunan dan Kebijakan Nasional | Sintesis Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah 5 (lima) Tahun | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tinjauan Indikasi Program RTRWN | Tinjauan Indikasi Program RTR Pulau/ Kepulauan | Tinjauan Indikasi Program RTR KSN | Tinjauan Indikasi Program RTRW Provinsi atau RTRW Kab/Kota *) | RPJMN | RPJMD Provinsi atau RPJMD Kab/Kota *) | Rencana Strategis Perangkat Daerah | Rencana Pembangunan Perangkat Daerah | Kebijakan Nasional yang Bersifat Strategis | Kode | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Tahun Pelaksanaan | ||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) | (18) |
Keterangan:
SPPR Jangka Menengah dilakukan melalui sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta sinkronisasi waktu. Pada tahap ini dilakukan penyusunan rekomendasi program yang dapat menjadi bahan masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW berdasarkan hasil sintesis di tahap sebelumnya dan hasil analisis sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta sinkronisasi waktu.
Sinkronisasi berdasarkan fungsi dan lokasi dilakukan untuk menganalisis keterkaitan fungsi dan lokasi antarprogram pemanfaatan ruang untuk mendukung keterpaduan perwujudan fungsi kawasan dan sistem infrastruktur dari hulu ke hilir agar dapat menghasilkan manfaat (outcome) dari adanya infrastruktur dengan lebih optimal.
Sinkronisasi fungsi dilakukan dengan melihat keterkaitan antar jenis program yang saling mendukung atau berpengaruh. Bentuk dukungan atau pengaruh antarprogram diklasifikasikan sebagai Program Prasyarat dan Program Optimasi.
Program Prasyarat merupakan program lain yang menjadi prasyarat dari suatu program pemanfaatan ruang sehingga program tersebut dapat terealisasikan dengan baik. Apabila Program Prasyarat tidak berjalan, dapat dipastikan program pemanfaatan ruang juga tidak berjalan. Misalnya, program pembangunan pelabuhan harus disertai dengan program pembangunan akses jalan sebagai program prasyarat, karena jika tidak ada akses jalan, maka pelabuhan tersebut tidak dapat beroperasi.
Program Optimasi merupakan program yang mendukung suatu program pemanfaatan ruang agar dapat berfungsi dengan lebih optimal. Program Optimasi tidak menjadi prasyarat suatu program/kegiatan karena suatu program dapat tetap berjalan tanpa adanya program optimasi, meskipun fungsi program berpotensi menjadi kurang optimal. Misalnya, program pembangunan jalan arteri primer akan lebih optimal jika terkoneksi langsung dengan jalan kolektor primer, tetapi jika tidak langsung terkoneksi jalan arteri primer akan tetap bisa digunakan meskipun menjadi kurang optimal.
Jenis program infrastruktur beserta keterkaitannya dengan Program Prasyarat dan Program Optimasi dapat dilihat pada Tabel II.3.
Sinkronisasi juga dilakukan berdasarkan keterkaitan lokasi yang menggunakan pendekatan analisis berbasis spasial untuk melihat sinkronisasi antarprogram dengan menggunakan perangkat lunak berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Program yang memiliki keterkaitan secara fungsi, juga ditinjau keterkaitannya secara lokasi.
Identifikasi secara lokasi dilakukan dengan teknik pertampalan (overlay) peta maupun pengecekan topologi peta. Terdapat 3 (tiga) jenis sinkronisasi lokasi yang dapat dinilai secara spasial, yaitu:
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika terdapat kondisi tidak terhubungnya/tidak terdapatnya salah satu rencana infrastruktur yang terhubung dengan infrastruktur lainnya sehingga infrastruktur yang dibangun tidak berfungsi optimal.
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika tidak terdapat salah satu atau lebih infrastruktur yang seharusnya terdapat dalam suatu sistem infrastruktur sehingga dapat menyebabkan manfaat/outcome dari infrastruktur tidak terwujud.
Rencana program infrastruktur dinilai tidak konsisten jika terdapat infrastruktur sejenis yang direncanakan dalam RTR dengan rencana pembangunan karena terdapat perbedaan lokasi maupun arahan fungsi infrastruktur.
Ilustrasi penilaian jenis sinkronisasi lokasi secara spasial dapat dilihat pada Tabel II.5
Hasil identifikasi keterkaitan secara fungsi dan lokasi yang memperlihatkan adanya ketidaksinkronan antarinfrastruktur kemudian dibahas bersama para pemangku kepentingan yang terlibat dalam SPPR. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi tindak lanjut untuk menyinkronkan antarprogram. Rekomendasi dapat berupa penambahan dan penyesuaian program/rencana untuk mewujudkan keterpaduan fungsi kawasan maupun keberlanjutan sistem infrastruktur.
Sinkronisasi berdasarkan waktu merupakan upaya yang dilakukan guna menyelaraskan waktu pelaksanaan antarprogram pemanfaatan ruang sesuai dengan kerangka waktu/periode pelaksanaan program. Maksud dari sinkron secara waktu adalah keterpaduan antarprogram dapat berada dalam tahapan pelaksanaan yang sama dan/atau berurutan, serta dapat selesai tepat waktu sesuai kerangka waktu yang direncanakan.
Sinkronisasi waktu dilakukan dengan melihat keterkaitan waktu dengan program prasyarat dan melihat juga status realisasi pelaksanaan program.
Keterkaitan waktu dengan program prasyarat dilakukan dengan memastikan waktu pelaksanaan suatu program yang direncanakan sesudah atau selesai bersamaan dengan waktu pelaksanaan program prasyarat. Misalnya, waktu pelaksanaan pembangunan akses jalan ke pelabuhan direncanakan selesai tahun 2026 dengan melihat waktu pelaksanaan pembangunan pelabuhan yang direncanakan dimulai tahun 2023 hingga selesai tahun 2026 sehingga jalan akses direncanakan selesai bersamaan dengan pembangunan pelabuhan.
Sinkronisasi waktu dilakukan dengan melihat status realisasi pelaksanaan program, yaitu "sudah dilaksanakan", "sedang dilaksanakan" atau "belum dilaksanakan" dengan penjelasan sebagai berikut:
Informasi keterkaitan waktu dengan program prasyarat dan status realisasi pelaksanaan program menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan rekomendasi waktu pelaksanaan dalam penyusunan SPPR Jangka Menengah.
Dalam pelaksanaan sinkronisasi program pemanfaatan ruang, analisis terhadap sinkronisasi dan keterpaduan fungsi, lokasi, dan waktu merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan penilaiannya. Program dapat terlaksana secara optimal jika didukung oleh program lain yang selaras secara fungsi, lokasi, dan waktu dalam rangka mendukung perwujudan RTRW.
Salah satu manfaat yang dapat dihasilkan dari SPPR setelah melakukan proses sinkronisasi antara RTRW dan rencana pembangunan adalah menghasilkan rekomendasi program yang dapat menjadi masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW. Terdapat 3 (tiga) kriteria program yang dapat dijadikan rekomendasi masukan peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW, antara lain:
Rekomendasi program dari angka 1, 2, dan 3 di atas didapatkan dari Matriks 2, sedangkan rekomendasi program dari angka 4 didapatkan dari Matriks 3.1 dan Matriks 3.2.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Jika data pada angka 3 hingga angka 5 dalam bentuk data *.shp atau data vektor lainnya tidak tersedia, maka diperlukan konfirmasi data spasial mengenai program dan lokasi kepada pemangku kepentingan terkait.
Proses yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
Metode analisis sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta sinkronisasi waktu tersebut dapat mengacu pada contoh kriteria penilaian yang tercantum pada Tabel II.5 dan Tabel II.6.
Output dalam tahap ini berupa:
Hasil analisis sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta rekomendasi tindak lanjut dituangkan dalam Matriks Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi Fungsi dan Lokasi berdasarkan Keterkaitan Antarjenis Program sesuai dengan format pada Tabel II.7.
Hasil analisis sinkronisasi waktu antarprogram dengan melihat keterkaitan waktu dengan program prasyarat dan status realisasi program dituangkan dalam Matriks Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi Waktu berdasarkan Keterkaitan antarjenis Program sesuai dengan format pada Tabel II.8.
Penyusunan rekomendasi program sebagai bahan masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW bersumber dari program pemanfaatan ruang pada tahap M2 maupun tahap M3. Rekapitulasi rekomendasi program dituangkan ke dalam tabel sesuai dengan format pada Tabel II.9.
| Kriteria Ketidaksinkronan Fungsi dan Lokasi | Pendekatan Analisis Spasial (SIG) |
|---|---|
| Kriteria umum: Program pemanfaatan ruang yang ditelaah merupakan program infrastruktur. | |
| Diskoneksi
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika terdapat kondisi tidak terhubungnya/tidak terdapatnya salah satu rencana infrastruktur yang terhubung dengan infrastruktur lainnya sehingga infrastruktur yang dibangun tidak berfungsi optimal.
Cth: Rencana Pelabuhan tidak terhubung jalan akses |
a. Melakukan pengecekan topologi menggunakan aplikasi pemetaan berbasis SIG dengan memasukkan data titik/point infrastruktur dan jaringan/line infrastruktur. b. Melakukan pengecekan keterhubungan antara titik/point infrastruktur dengan jaringan/line infrastruktur menggunakan ketentuan/rule "Must Be Covered by Endpoint of" dan "Point Must Be Covered by Line" untuk mengidentifikasi error. c. Melakukan pengecekan keterhubungan antara jaringan/line infrastruktur dengan jaringan/line infrastruktur menggunakan rule "Must Not Overlap" dan "Must Not Self Overlap". d. Jika terdapat error, maka hasil pengecekan keterhubungan dapat dilihat pada menu "Error Inspector" untuk ditinjau titik/point infrastruktur dan jaringan/line infrastruktur yang tidak terhubung. |
| Diskontinu
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika tidak terdapat salah satu atau lebih infrastruktur yang seharusnya terdapat dalam suatu sistem infrastruktur sehingga dapat menyebabkan manfaat/outcome dari infrastruktur tidak terwujud.
Cth: Jaringan Air Minum belum terhubung Rencana Jaringan Unit Pelayanan |
Melakukan pengecekan kontinuitas keterkaitan sistem jaringan dan keterpaduan outcome dari hulu ke hilir sesuai dengan panduan kodifikasi dan keterkaitan antarprogram pemanfaatan ruang, pada Tabel II.3. Jika salah satu atau lebih infrastruktur yang terkait dalam sistem jaringan tidak ada/absen/tidak terdapat, maka akan kondisi "diskontinu" Contoh: Sistem Jaringan terkait dalam infrastruktur air minum perpipaan agar air minum dapat dinikmati masyarakat adalah terdapatnya infrastruktur air minum perpipaan dari hulu ke hilir mulai dari sumber air baku, bangunan pengambil air baku, jaringan transmisi, bangunan pengolahan, jaringan distribusi, bangunan penampungan, hingga unit pelayanan sampai ke rumah tangga. Apabila salah satu dari infrastruktur tersebut absen/tidak ada, maka akan terdapat kondisi "diskontinu" |
| Inkonsistensi
Rencana program infrastruktur dinilai tidak konsisten jika terdapat infrastruktur sejenis yang direncanakan dalam RTRW dengan rencana pembangunan, karena terdapat perbedaan lokasi maupun arahan fungsi infrastruktur.
Cth: Perbedaan lokasi rencana antara rencana tata ruang dan rencana pembanguanan |
a. Menyandingkan data lokasi antarprogram RTRW. b. Menyandingkan data lokasi program RTRW dengan program rencana pembangunan. c. Menemukan adanya "inkosistensi" atau ketidaksesuaian secara lokasi antara RTRW dengan rencana pembangunan |
| Jenis Program Pemanfaatan Ruang | Kriteria Penilaian Waktu |
|---|---|
|
Program pemanfaatan ruang |
Sinkronisasi waktu dilakukan dengan melihat keterkaitan waktu, program prasyarat dan realisasi pelaksanaan program untuk mengetahui status realisasi pelaksanaan program. Kriteria penilaian untuk sinkronisasi waktu. Informasi dan data mengenai realisasi pelaksanaan program diperoleh dari survei sekunder dan/atau survei primer melalui konfirmasi/wawancara/diskusi kepada instansi pelaksana program. Dalam analisis pengisian rekomendasi waktu pelaksanaan program perlu memperhatikan:
Gambar 2.1. Ilustrasi Program Hulu-Hilir dalam Infrastruktur
Jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Setelah diperoleh waktu perkiraan pelaksanaan program melalui hasil analisis, perlu dilakukan diskusi dan konfirmasi kepada instansi pelaksana program agar selaras dengan rencana sektoral. Contoh Penilaian Waktu Pelaksanaan: Penyusunan rekomendasi waktu pelaksanaan pada program sistem jaringan air minum perpipaan perlu mempertimbangkan keterkaitan program dari hulu ke hilir. Misalnya untuk merencanakan SPAM dari sumber air baku Bendungan sebagai sumber air baku, maka perlu dilihat realisasi waktu pelaksanaan pembangunan bendungan dan target pembangunan SPAM dari RTR atau rencana pembangunan, misalnya didapatkan data hasil survei bahwa bendungan sedang dalam tahap konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2027, kemudian terdapat target pembangunan SPAM dapat terwujud pada tahun 2029, maka waktu pembangunan dapat direkomendasikan untuk berjalan secara berurutan dimulai dari hulu yaitu dari bangunan pengambil air baku, dilanjutkan ke jaringan transmisi, instalasi pengolahan, unit distribusi, dan unit pelayanan mulai tahun 2027 hingga tahun 2029. Waktu pelaksanaan juga dimungkinkan direkomendasikan secara pararel jika waktu tersisa tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara berurutan setiap tahun, dengan catatan infrastruktur yang ada di hulu dimulai lebih dahulu pembangunannya. |
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Lokasi | SINKRON | TIDAK SINKRON | HASIL ANALISIS SPASIAL | Rekomendasi Tindak Lanjut | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Program Prasyarat | Program Optimasi | Diskoneksi | Diskontinu | Inkonsisten | ||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| JLN.C.1 | Pembangunan Jalan Kolektor Primer | JLN.E.2 | - | - | - | berisi keterangan dan hasil screenshoot analisis spatial | ||||
| JLN.C.3 | (Bentuk Pengisian yaitu Kode Program) | Bentuk pengisian berupa (Ceklis) | ||||||||
| JLN.C.20.t | ||||||||||
(*) Contoh Pengisian Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi untuk Sektor Bina Marga.
Keterangan:
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Lokasi | Rencana Tahun Pelaksanaan | SINKRON | Realisasi Pelaksanaan | Rekomendasi Waktu Pelaksanaan | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Program Prasyarat | Program Optimasi | Sudah Dilaksanakan (Tahun Realisasi) | Sedang Dilaksanakan (Progres) | Belum Dilaksanakan/ Usulan Program Baru | ||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| JLN.C.1 | Pembangunan Jalan Kolektor Primer | 2025-2029 | JLN.E.12 | FS, DED | 2025 | |||||
| JLN.C.3 | Pembangunan Jalan Kolektor Primer | 2025-2027 | JLN.E.14 | Belum Terlaksana | 2026 | |||||
| JLN.C.20.t | 2026-2029 | Usulan Program Baru | 2025 | |||||||
Keterangan:
| No. | Kode | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/ Kawasan | Lokasi | Sumber dan/atau Alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Sumber Data | Rekomendasi Waktu Pelaksanaan | Relasi Pola Ruang RTRW | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tahun ... | Tahun ... | Tahun ... | Tahun ... | Tahun ... | |||||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) |
Keterangan:
Tahap akhir SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan adalah merumuskan rencana terpadu program pemanfaatan ruang pada lingkup wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota dan dilengkapi informasi detail program dan waktu pelaksanaan program setiap tahun dalam periode 5 (lima) tahun.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input yang diperlukan dalam tahap ini meliputi:
Proses yang dilakukan pada tahap ini meliputi:
Output pada tahap ini berupa:
Format Matriks 4 Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah tercantum pada Tabel II. 10.
| No | Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah 5 (lima) Tahun | Tahun Pelaksanaan Program | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Besaran | Sumber dan/atau Alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Tahun Ke-1 | Tahun Ke-2 | Tahun Ke-3 | Tahun Ke-4 | Tahun Ke-5 | |
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) |
| I. SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI | ||||||||||||
| A | Sistem Transportasi Darat | |||||||||||
| JLN.D | Jaringan Jalan Kolektor Sekunder | |||||||||||
| 1 | JLN.D.1 | -...... | ||||||||||
| 2 | JLN.D.2 | -...... | ||||||||||
| JLN.E | Jaringan Jalan Lokal Primer JLN.E | |||||||||||
| 3 | JLN.E.1 | -...... | ||||||||||
| -...... | ||||||||||||
| JLN... | dst... | |||||||||||
| -...... | ||||||||||||
| B | Sistem Transportasi Laut | |||||||||||
| LAT | Sistem Transportasi Laut | |||||||||||
| LAT.C | Pelabuhan Pengumpan Regional | |||||||||||
| 1 | LAT.C.1 | -...... | ||||||||||
| - | ||||||||||||
| II. SISTEM JARINGAN PRASARANA SUMBER DAYA AIR | ||||||||||||
| A | Sistem Jaringan Irigasi | |||||||||||
| SDA.A | Jaringan Irigasi Primer | |||||||||||
| - | ||||||||||||
| SDA.B | Jaringan Irigasi Sekunder | |||||||||||
| - | ||||||||||||
| III. SISTEM JARINGAN ..... (DST...) | ||||||||||||
| - | ||||||||||||
Keterangan:
SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan merupakan tindak lanjut dari hasil SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan. Hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi, menilai, dan merekomendasikan program prioritas pada tahun (t+2) sebagai masukan dalam penyusunan rencana pembangunan jangka pendek, yaitu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan terdiri atas 4 (empat) tahap, yaitu:
Hasil penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan meliputi:
Pada setiap tahap penyusunan akan dijelaskan lebih rinci pada penjelasan berikut:
Penyusunan SPPR Jangka Pendek diawali dengan pemilihan kawasan yang diprioritaskan pada tahun (t+2). Pemilihan kawasan ini dimaksudkan untuk mengarahkan prioritas pembangunan agar lebih terpadu pada kawasan yang diprioritaskan pengembangannya.
Penentuan prioritas pembangunan berdasarkan pada kebijakan pembangunan nasional, di antaranya kebijakan politis dan kebijakan anggaran. Oleh karena itu, penentuan kawasan prioritas pada tahun (t+2) perlu dilakukan dengan memilih dan menilai kawasan yang lebih diprioritaskan pencapaiannya sesuai dengan arahan dalam RTRW dan RPJMD. Kawasan prioritas yang diamanatkan dalam RPJMD sudah termuat dalam RTR akan memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan yang belum termuat dalam RTR. Selain melihat RTR, penilaian kawasan prioritas juga melihat arahan pada kebijakan nasional yang bersifat strategis seperti PSN, KEK, KI, KSPN dan lain sebagainya, sehingga kawasan tersebut dapat lebih diprioritaskan.
Hasil penilaian akan menentukan urutan peringkat prioritas kawasan pada tahun (t+2) yang dijadikan acuan untuk merekomendasikan program prioritas.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Proses yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
Identifikasi wilayah/kawasan tahun (t+2) pada kawasan yang diamanatkan dalam RPJMN (contoh: KI, KEK, KSPN, dsb). Kawasan tersebut kemudian diinventarisir dan dilakukan penilaian urutan peringkat prioritas kawasan.
Kriteria penilaian tersebut kemudian diberikan bobot sesuai dengan kesepakatan para pemangku kepentingan terhadap kriteria yang perlu dititikberatkan. Jika terdapat salah satu kriteria diatas, maka diberi nilai 1 (satu) pada setiap kolom kriteria, sedangkan jika tidak terdapat pada kriteria manapun, maka diberi nilai 0 (nol) pada setiap kolom kriteria. Setelah itu, nilai dikalikan dengan bobot untuk setiap kawasan untuk mendapatkan skor kawasan. Hasil skor kawasan kemudian diurutkan, dimana nilai paling besar akan menjadi kawasan yang paling diprioritaskan.
Metode penentuan kawasan prioritas di atas merupakan salah satu metode alternatif yang dapat digunakan. Metode penentuan dan proses penyepakatan kawasan yang akan diprioritaskan pada tahun (t+2) dapat disesuaikan melalui kesepakatan bersama para pemangku kepentingan yang terlibat dalam SPPR.
Output akhir yang dihasilkan dalam tahap ini adalah Matriks 1 Pemilihan Kawasan yang diprioritaskan pada Tahun (t+2) yang menunjukkan informasi kawasan yang menjadi prioritas untuk mendapatkan dukungan program pada tahun (t+2).
Format Matriks 1 Identifikasi Kawasan yang Diprioritaskan pada Tahun (t+2) tercantum pada Tabel II.11.
| No. | Kawasan | Tipe Kawasan | Kriteria Pemilihan | Skor Total | Peringkat | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PP RTRWN (Bobot 20%) | Perpres RTR Kepulauan / RTR KSN (Bobot 20%) | Major Project RPJMN (Bobot 20%) | Proyek Prioritas RPJMD (Bobot 20%) | Perpres PSN (Bobot 10%) | PP KEK (Bobot 10%) | |||||||||||
| Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | |||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) |
Keterangan:
Tahap identifikasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang merupakan upaya mengidentifikasi realisasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang berdasarkan periode jangka menengah 5 (lima) tahun yang diturunkan ke dalam periode jangka pendek 1 (satu) tahun berdasarkan hasil keluaran SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Program yang digunakan sebagai input dalam melakukan identifikasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang merupakan program pemanfaatan ruang SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan Provinsi/Kabupaten/Kota dan dilakukan pemutakhiran program pemanfaatan ruang yang bersifat strategis pada setiap tahun penyusunannya.
Proses yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
Identifikasi ini dilakukan untuk mengetahui sasaran pengembangan wilayah/kawasan yang menjadi prioritas pada tahun (t+2). Analisis pada tahap ini dapat diperoleh melalui analisis data sekunder terkait sasaran pengembangan wilayah/kawasan yang diamanatkan dalam RPJMD dan RPJMN, serta analisis data primer yang diperoleh melalui hasil konfirmasi dan penjaringan informasi sektoral dari instansi pelaksana program terkait.
Identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan berdasarkan hasil telaah pada tahap M1 SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan.
Identifikasi ini dilakukan untuk mengetahui realisasi pelaksanaan program pemanfaatan ruang dan mengindentifikasi rencana program pemanfaatan ruang pada tahun (t+2). Analisis pada tahap ini dapat diperoleh melalui analisis data sekunder terkait pelaksanaan program tahunan dan evaluasi backlog program yang belum terlaksana dari dokumen rencana pembangunan jangka pendek (misalnya RKP, Renja K/L, dsb), serta analisis data primer yang diperoleh melalui hasil konfirmasi dan penjaringan informasi sektoral dari instansi pelaksana program terkait.
Tahap identifikasi ini meliputi:
a. Identifikasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang sebagai masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW.
Analisis ini dilakukan dengan mengidentifikasi realisasi waktu pelaksanaan program pemanfaatan ruang pada periode 5 (lima) tahun. Hasil identifikasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang digunakan untuk mengoreksi kesesuaian waktu pelaksanaan program pada indikasi program utama RTRW. Program pemanfaatan ruang sebagai masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW merupakan program bertanda (*) yang telah teridentifikasi memenuhi kriteria pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan.
b. Identifikasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang sebagai masukan penyusunan rencana pembangunan
Analisis ini dilakukan dengan memilih program yang akan dilaksanakan pada tahun (t+2) yang selanjutnya dilakukan identifikasi status program berupa "program pembangunan baru" atau "program rutin". Program dengan status pembangunan baru menjadi bahan penilaian prioritas program pemanfaatan ruang sebagai masukan rencana pembangunan, sedangkan program rutin tidak menjadi bahan penilaian prioritas program penilaian prioritas program pemanfaatan ruang karena program rutin seperti operasi/pemeliharaan sudah terprogram dalam penganggaran rutin sektor setiap tahunnya.
Usulan program pemanfaatan ruang pada tahun (t+2) diperoleh berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi keterlaksanaan program yang umumnya merupakan program pembangunan baru atau peningkatan yang direncanakan pada tahun (t+2) dan dilaksanakan dengan Kontrak Tahun Tunggal (Single Year Contract) atau Kontrak Tahun Jamak (Multi-Year Contract). Setelah diperoleh usulan program pemanfaatan ruang (t+2), selanjutnya dilakukan penyelarasan nomenklatur program pemanfaatan ruang yang dapat didetailkan menjadi kegiatan/proyek/pekerjaan melalui diskusi dan konfirmasi kepada instansi pelaksana program, dengan tujuan untuk memudahkan proses penganggaran.
Output akhir yang dihasilkan dalam tahap ini adalah Matriks 2 Identifikasi Keterlaksanaan Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah yang menunjukkan informasi realisasi keterlaksanaan program pemanfaatan ruang pada periode jangka menengah 5 (lima) tahun yang diturunkan ke dalam periode jangka pendek 1 (satu) tahunan.
Hasil identifikasi program pada tahap ini digunakan sebagai:
Format Matriks 2 Identifikasi Keterlaksanaan Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah tercantum pada Tabel II.12.
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Besaran | Sumber dan/atau alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Sumber Data | Tahun Pelaksanaan | Realisasi Program Pemanfaatan Ruang | Status Program (t+2)*) | Program Pemanfaatan Ruang (t+2)*) | Usulan Program/ Kegiatan Sektor (t+2) | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tahun Ke-1 | Tahun Ke-2 | Tahun Ke-3 | Tahun Ke-4 | Tahun Ke-5 | Baru | Rutin | ||||||||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) | (18) | (19) |
Keterangan:
Pada tahap ini dilakukan penilaian prioritas program pemanfaatan ruang jangka pendek sebagai masukan penyusunan rencana pembangunan berdasarkan hasil Matriks 2 Identifikasi Keterlaksanaan Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap penilaian prioritas program pemanfaatan ruang menggunakan hasil usulan program tahun (t+2) dari Matriks 2 Kolom (18) dan Kolom (19).
Proses penilaian prioritas program pemanfaatan ruang dilakukan dengan memperhatikan 5 (lima) aspek dengan indikator penilaian meliputi:
| Aspek | Indikator | Nilai |
|---|---|---|
| Aspek Perencanaan Rentang Nilai 1-3 (Bobot penilaian 20%) | Tidak sesuai dengan RTR dan Arahan RPJMN | 1 |
| Sesuai dengan RTR / Arahan RPJMN (salah satu) | 2 | |
| Sesuai dengan RTR dan Arahan RPJMN | 3 | |
|
Aspek Pelaksanaan Rentang Nilai 1-3 (Bobot penilaian 30%) |
Usulan Program baru | 1 |
| Backlog Program | 2 | |
| Multi-Year Contract (Masih berjalan) / Program Penuntasan | 3 | |
|
Aspek Status Kesiapan Lahan Rentang Nilai 1-3 (Bobot penilaian 20%) |
Belum ada proses Pembebasan Lahan | 1 |
| Dalam Proses Pembebasan | 2 | |
| Clean and Clear | 3 | |
|
Aspek Kewilayahan Rentang Nilai 1-3 (Bobot penilaian 10%) |
Tidak Mendukung | 1 |
Mendukung 1 sasaran pengembangan wilayah/kawasan:
|
2 | |
| Mendukung > 1 sasaran pengembangan wilayah/kawasan | 3 | |
|
Aspek Tema Pembangunan Jangka Menengah (20%) |
Program bukan pada Kawasan Prioritas yang disepakati pada t+2 | 1 |
| Program Mendukung Kawasan Prioritas yang disepakati pada t+2 | 3 |
Output akhir yang dihasilkan dalam tahap ini adalah Matriks 3 Penilaian Prioritas Program Pemanfaatan Ruang yang disusun dalam lingkup wilayah provinsi/kabupaten/kota secara terpadu dan menunjukkan prioritas program secara nasional di provinsi/kabupaten/kota tersebut.
Format Matriks 3 Penilaian Prioritas Program Pemanfaatan Ruang tercantum pada Tabel II.14.
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang Tahun (t+2) | Usulan Program/ Kegiatan Sektor Tahun (t+2) | Lokasi | Sasaran Pengembangan Wilayah/ Kawasan | Instansi Pelaksana | Aspek Penilaian Prioritas | Hasil Penilaian | Tingkat Prioritas | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Aspek Perencanaan | Aspek Pelaksanaan | Aspek Status Kesiapan Lahan | Aspek Kewilayahan | Aspek Tema Pembangunan Jangka Menengah | |||||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) |
Keterangan:
Pada tahap akhir proses penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan dilakukan pengklasifikasian program berdasarkan lingkup wilayah administrasi provinsi dan berdasarkan sasaran pengembangan wilayah/kawasan.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini menggunakan hasil Matriks 3 Penilaian Prioritas Program Pemanfaatan Ruang Kolom (14) yang telah dilakukan pengurutan prioritas.
Proses yang dilakukan dalam tahap ini adalah pengelompokkan program berdasarkan sasaran pengembangan wilayah/kawasan kemudian diurutkaan mulai dari hasil penilaian prioritas program tertinggi ke terendah.
Output akhir yang dihasilkan dalam tahap ini terdiri atas:
Hasil output dapat digunakan sebagai:
Format Matriks 4.1 dan Matriks 4.2 tercantum pada Tabel II.15 dan Tabel II.16, sedangkan contoh pengisian M4.1 dan M4.2 Jangka Pendek...
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang Tahun (t+2) | Usulan Program/ Kegiatan Sektor Tahun (t+2) | Instansi Pelaksana | Lokasi | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Tingkat Prioritas | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pusat Permukiman/ Kegiatan | Kawasan Andalan | Kawasan Strategis Nasional/Provinsi/ Kabupaten/Kota | Kawasan Pusat Pertumbuhan | |||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
Keterangan:
| Kawasan Prioritas | No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang Tahun (t+2)* | Usulan Program/ Kegiatan Sektor Tahun (t+2) | Lokasi | Instansi Pelaksana | Tingkat Prioritas |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) |
| 1 | |||||||
| 2 | |||||||
| 3 | |||||||
| 1 | |||||||
| 2 | |||||||
| 3 |
Keterangan:
KEPUTUSAN GUBERNUR PROVINSI/BUPATI/WALIKOTA..... Nomor: .................................. TENTANG PEMBENTUKAN TIM PELAKSANA PENYUSUNAN SINKRONISASI PROGRAM PEMANFAATAN RUANG PROVINSI/KABUPATEN/KOTA..... Menimbang :
Mengingat :
MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA TENTANG TIM PELAKSANA PENYUSUNAN SINKRONISASI PROGRAM PEMANFAATAN RUANG KESATU :Membentuk Tim Pelaksana Penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang Provinsi/Kabupaten/Kota. Dengan susunan keanggotaan sebagai berikut: Penanggungjawab: Sekretaris Daerah Ketua: Kepala Perangkat Daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang penataan ruang xx 2386, 2387, 2388, 2389 xx Wakil Ketua: Anggota :
KEDUA : Anggota Tim Pelaksana Penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU mempunyai tugas sebagai berikut:
KETIGA : ..... dst (sesuai kebutuhan) KEEMPAT : Surat Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. |
|
|
Ditetapkan di..... |
|
|
MENTERI
AGRARIA DAN TATA RUANG/ |
Penyajian matriks sebagai hasil output dari penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) terdiri atas:
Contoh penyajian Matriks SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan dan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan akan dijelaskan lebih rinci pada penjelasan berikut:
Penyajian Matriks SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan meliputi:
Contoh hasil penyajian Matriks SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan tercantum pada Tabel III.1 sampai dengan Tabel III.6.
| No. | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan RTR Tingkat Nasional | Tinjauan Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan tingkat Nasional berdasarkan RTRW Provinsi | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan Rencana Pembangunan | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan Pulau/Kepulauan Nusa Tenggara | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| RTRWN | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | RTR KSN Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi NTT | RTR KSN | RZ KAW Laut Flores | RZ KSNT | RPJMN | Kebijakan Nasional yang Bersifat Strategis | |||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| A. Sistem Perkotaan/ Pusat Permukiman/ Pusat Pelayanan | ||||||||||
| 1 | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya | PKN Mataram | - | - | - | - | - | Kawasan Perkotaan Mataram | - | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya |
| 2 | PKW Praya | PKW Praya | - | - | - | - | - | - | - | PKW Praya |
| 3 | PKW Raba | PKW Raba | - | - | - | - | - | - | PKW Raba | |
| 4 | PKW Sumbawa Besar | PKW Sumbawa Besar | - | - | - | - | - | - | PKW Sumbawa Besar | |
| 5 | PKN Kupang | PKN Kupang | - | - | - | - | - | - | PKN Kupang | |
| 6 | PKW Soe | PKW Soe | - | - | - | - | - | - | PKW Soe | |
| 7 | PKW Kefamenanu | PKW Kefamenanu | - | - | - | - | - | PKSN Kefamenanu | - | PKW Kefamenanu |
| 8 | PKW Ende | PKW Ende | - | - | - | - | - | - | PKW Ende | |
| 9 | PKW Maumere | PKW Maumere | - | - | - | - | - | - | PKW Maumere | |
| 10 | PKW Waingapu | PKW Waingapu | - | - | - | - | - | - | PKW Waingapu | |
| 11 | PKW Ruteng | PKW Ruteng | - | - | - | - | - | - | PKW Ruteng | |
| 12 | PKW Labuan Bajo | PKW Labuan Bajo | - | - | - | - | - | - | PKW Labuan Bajo | |
| 13 | PKSN Atambua | PKSN Atambua | PKSN Atambua | - | - | - | - | - | PKSN Atambua | |
| 14 | PKSN Kalabahi | PKSN Kalabahi | PKSN Kalabahi | - | - | - | - | - | PKSN Kalabahi | |
| 15 | PKSN Kefamenanu | PKSN Kefamenanu | PKSN Kefamenanu | - | - | - | - | - | PKSN Kefamenanu | |
| 16 | - | Pusat Pelayanan Penyangga Haekesak (Kab Belu) | - | - | - | - | Pusat Pelayanan Penyangga Haekesak (Kab Belu) | |||
| 17 | - | Pusat Pelayanan Penyangga Wamesa (Kab Malaka) | - | - | - | - | Pusat Pelayanan Penyangga Wamesa (Kab Malaka) | |||
| 18 | - | Sentra Perikanan Tangkap/Budidaya di Kab.Bima, Kab.Sumbawa, Kab. Flores Timur, Kab. Sumbawa | Sentra Perikanan Tangkap/Budidaya di Kab. Bima, Kab. Sumbawa, Kab. Flores Timur, Kab. Sumbawa | |||||||
| B. Kawasan Andalan | ||||||||||
| 1 | Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya | Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya |
| 2 | Kawasan Andalan Lombok Utara-Bandar Kayangan dan Sekitarnya | - | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Lombok UtaraBandar Kayangan dan Sekitarnya |
| 3 | Kawasan Andalan Bima | Kawasan Andalan Bima | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Bima | |
| 4 | Kawasan Andalan Sumbawa dan sekitarnya | Kawasan Andalan Sumbawa dan sekitarnya | - | - | - | - | - | KI Sumbawa Barat | - | Kawasan Andalan Sumbawa dan sekitarnya |
| 5 | Kawasan Andalan Laut Selat Lombok dan Sekitarnya | Kawasan Andalan Laut Selat Lombok dan Sekitarnya | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Laut Selat Lombok dan Sekitarnya |
| 6 | Kawasan Andalan Kupang dan Sekitanya | Kawasan Andalan Kupang dan Sekitanya | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Kupang dan Sekitanya |
| 7 | Kawasan Andalan Maumere-Ende | Kawasan Andalan Maumere-Ende | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Maumere-Ende |
| 8 | Kawasan Andalan Komodo dan sekitarnya (KSPN Labuan Bajo) | Kawasan Andalan Komodo dan sekitarnya | - | - | - | - | - | DPP Labuan Bajo | DPSP Labuan Bajo | Kawasan Andalan Komodo dan sekitarnya (KSPN Labuan Bajo) |
| 9 | Kawasan Andalan Ruteng - Bajawa | Kawasan Andalan Ruteng - Bajawa | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Ruteng - Bajawa |
| 10 | Kawasan Andalan Sumba | Kawasan Andalan Sumba | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Sumba |
| 11 | Kawasan Andalan Laut Flores | Kawasan Andalan Laut Flores | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Laut Flores |
| 12 | Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya |
| 13 | Kawasan Andalan Laut Sumba dan Sekitarnya | Kawasan Andalan Laut Sumba dan Sekitarnya | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Andalan Laut Sumba dan Sekitarnya |
| C. Wilayah Sungai | ||||||||||
| 1 | WSSN Lombok | WSSN Lombok | - | - | - | - | - | - | - | WSSN Lombok |
| 2 | WSSN Sumbawa | WSSN Sumbawa | - | - | - | - | - | - | - | WSSN Sumbawa |
| 3 | WSSN Flores | WSSN Flores | - | - | - | - | - | - | - | WSSN Flores |
| 4 | WS Lintas Negara Benanain | WS Lintas Negara Benanain | WS Lintas Negara Benanain | - | - | - | - | - | - | WS Lintas Negara Benanain |
| 5 | WS Lintas Negara Nolmina | WS Lintas Negara Noelmina | - | - | - | - | - | - | WS Lintas Negara Nolmina | |
| D. Kawasan Strategis Nasional | ||||||||||
| 1 | Kawasan Bima | - | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Bima |
| 2 | Kawasan Taman Nasional Komodo | - | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Taman Nasional Komodo |
| 3 | Kawasan Rinjani dan Sekitamya | - | - | - | - | - | - | Geopark Rinjani | - | Kawasan Rinjani dan Sekitamya |
| 4 | Kawasan Mbay | - | - | - | Kawasan Mbay | - | - | - | - | Kawasan Mbay |
| 5 | Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur | - | - | - | - | - | - | - | - | Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur |
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 1 Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan di Kepulauan Nusa Tenggara:
| No | RTR Kepulauan | RTR KSN | Rencana Tata Ruang | Rencana Pembangunan dan Kebijakan Nasional | Sintesis Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah 5 (lima) Tahun | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Rencana Struktur Ruang RTR Kepulauan Nusa Tenggara | Indikasi Program Utama 5 Tahun (2025-2029) RTR Kepulauan Nusa Tenggara | Tahun Pelaksanaan | Rencana Struktur Ruang RTR KPN Nusa Tenggara Timur | Indikasi Program Utama 5 Tahun (2025-2029) RTR KPN Nusa Tenggara Timur | Tahun Pelaksanaan | RTRWN (PP No.13 Tahun 2017) | RTRW Provinsi NTB (Perda No.3 Tahun 2010) | RTRW Provinsi NTT (Perda No.1 Tahun 2011) | RPJMN 2020-2024 | Rencana Strategis K/L | Rencana Pembangunan Sektoral | Kebijakan Nasional yang Bersifat Strategis (Perpres No. 109 Tahun 2020) | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Tahun Pelaksanaan | |
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) | (18) | (19) |
| SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL | ||||||||||||||||||
| 1. Sistem Transportasi Darat | ||||||||||||||||||
| Jaringan Jalan Nasional | ||||||||||||||||||
| Jaringan Jalan Arteri Primer | ||||||||||||||||||
| Oesapa-Oesao-Oilmasi-Bokong-Batuputih-Soe-Nikiniki-Noelmuti-Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Kiupukan-Halilulik-Atambua-Lahafeham-Motoain | Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Primer Oesapa-Oesao-Oilmasi-Bokong-Batuputih-Soe-Nikiniki-Noelmuti-Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Kiupukan-Halilulik-Atambua-Lahafeham-Motoain | 2025-2027 | Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Kiupukan-Halilulik-Atambua-Lahafeham-Motaain | Peningkatan dan pemantapan jaringan jalan arteri primer Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Klupukan-Halilulik-Atambua-Lakafehan-Motaain | 2025-2029 | Pengembangan jaringan jalan arteri primer menghubungkan antar wilayah di pulau: Jaringan jalan lintas (dan penyeberangan) Kepulauan Nusa Tenggara | Ruas jalan yang menghubungkan Batuputih-Panite-Kalbano-Oinlasi-Boking-Wanibesak-Besikama-Webua-Motamasin-Batas Timor Leste | Pembangunan Jalan Strategis Jalan Trans Kepulauan NTT: Pulau Timor | JLN.A.10 | Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Primer Oesapa-Oesao-Oilmasi-Bokong-Batuputih-Soe-Nikiniki-Noelmuti-Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Kiupukan-Halilulik-Atambua-Lahafeham-Motoain | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | 2025-2029 |
|||||
| Jaringan Jalan Kolektor Primer | ||||||||||||||||||
| Ampenan-Selaparang-Rembiga-Dasan-Cermen-Cakranegara | Jaringan Jalan Lintas Pulau Lombok yang menghubungkan Ampenan-Selaparang-Rembiga-Dasan-Cermen-Cakranegara | 2025-2027 | Pengembangan Jaringan Jalan Nasional | JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan-Selaparang-Rembiga-Dasan-Cermen-Cakranegara | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya; KEK Mandalika | KOTA_MATARAM | 2025-2027 |
||||||||||
| Kefamenanu-Oelfaub | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Oelfaub | 2025-2027 | Kefamenanu-Oelfaub | Peningkatan dan pemantapan jaringan jalan kolektor primer Kefamenanu-Oelfaub | 2025-2029 | Pengembangan Jaringan Jalan Nasional kolektor primer ruas jalan Batas Kota Kefamenanu -Oelfaub | Pembangunan Jalan Strategis Jalan Perbatasan NTT | Preservasi Jalan Soe - Kefamenanu - Olefaub (Jalan) (Rencana Aksi Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2022, PBNPP No. 2 Tahun 2022) | JLN.C.20 | Peningkatan dan pemantapan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Oelfaub | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_UTARA | 2025-2029 | |||||
| 2. Sistem Transportasi Laut | ||||||||||||||||||
| tatanan kepelabuhanan | ||||||||||||||||||
| Pelabuhan Pengumpul | ||||||||||||||||||
| Pelabuhan Benete | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | 2025-2027 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete (Provinsi NTB) | Pengembangan Labuhan Benete | Penetapan lokasi dan hierarki pelabuhan: Pelabuhan Pengumpul Benete (RIPN, Lamp. A1-5) | LAT.B.2 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | 2025-2027 | ||||||||
| Pelabuhan Labuan Bajo | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo | 2025-2027 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Provinsi NTT) | Pelabuhan penyeberangan lintas provinsi Labbuan Bajo | Pengembangan Pelabuhan Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Penetapan lokasi dan hierarki pelabuhan: Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (RIPN, Sub Lamp. A1-6) | Proyek Strategis Nasional Terminal Multipurpose Labuan Bajo (Lamp.4, Nustra-19) Major Project: 10 Destinasi Pariwisata Prioritas: Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) (Lamp.2, hlm.2) | LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Multipurpose Labuan Bajo | PKW Labuan Bajo; KSPN Labuan Bajo; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT |
2025-2027 |
||||||
| 3. Energi dan Sumber Daya Mineral | ||||||||||||||||||
| Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) | ||||||||||||||||||
| Pembangkit tenaga listrik energi terbarukan | Konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bima (FTP 1, sistem Sumbawa-Bima) Tahun 2022 | Pembangkitan Tenaga Listrik di Kabupaten Bima | Pengembangan sumber daya energi listrik | Peningkatan kehandalan infrastruktur energi dan ketenagalistrikan: Penambahan kapasitas pembangkitan PLTU (Lamp.3, A.5.91) | Konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bima (FTP 1, sistem Sumbawa-Bima) Tahun 2022 | LIS.B.4 | Konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bima (FTP 1, sistem Sumbawa-Bima) | PKW Raba; KSPN Tambora dan Sekitarnya,Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KABUPATEN_BIMA | 2025-2027 | ||||||||
| Pembangkit tenaga listrik energi terbarukan | Pengembangan pembangkit tenaga listrik energi terbarukan | 2025-2027 | Pembangkit Listrik | Pengembangan dan peningkatan PLTU Kupang | 2025-2027 | Pembangkitan Tenaga Listrik | Pltu bolok di kabupaten kupang dengan kapasitas 2 x 16,5 mw interkoneksi ke pltu apoik di kabupaten belu | Peningkatan kehandalan infrastruktur energi dan ketenagalistrikan: penambahan kapasitas pembangkitan pltu (lamp.3, a.5.91) | Pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (pltu) Proyek pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi yang diatur dalam peraturan presidern tentang percepatan infrastruktur ketenagalistrikan pembangunan (pp th. 2018, lamp. Hlm. 15) | Lis.b.7 | Pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (pltu) timor 1 (sistem timor) kapasitas 50,0 mw | Pksn kefamenanu; pusat pelayanan pintu gerbang wini (kec. Insana utara); pusat pelayanan pintu gerbang napan (kec. Bikomi utara); pusat pelayanan pintu gerbang haumeni ana (kec. Bikomi nulilat); pusat pelayanan pintu gerbang oepoli; kawasan andalan kupang dan sekitarnya; kawasan andalan laut sawu dan sekitarnya; | Kabupaten_kupang | 2025-2027 | ||||
| 4. Sumber Daya Air | ||||||||||||||||||
| Prasarana Sumber Daya Air | ||||||||||||||||||
| Bendungan Temef* | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya | 2025-2027 | Pengembangan Bendungan Temef (Prov.NTT) | Pengembangan jaringan irigasi temef | Pengembangan waduk multiguna: Pembangunan dan rehabilitas bendungan (Lap.3, A.1.11) | Proyek Bendungan dan Jaringan Irigasi: Bendungan Temef | SDA.H.20 | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | 2025-2027 | |||||||
| dst | ||||||||||||||||||
Petunjuk Pengisian pada Penyajian Matriks 2 Inventarisasi dan Sintesis Program dari Rencana Tata Ruang dan Rencana Pembangunan pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahun di Kepulauan Nusa Tenggara:
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Lokasi | Sinkronisasi | Hasil Analisis Spasial | Rekomendasi Tindak Lanjut | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sinkron | Tidak Sinkron | |||||||||
| Program Prasyarat | Program Optimasi | Diskoneksi | Diskontinu | Inkonsisten | ||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| A. SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL | ||||||||||
| 1 Sistem Transportasi Darat | ||||||||||
| Jaringan Jalan Nasional | ||||||||||
| Jaringan Jalan Arteri Primer | ||||||||||
| JLN.A.10 | Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Primer Oesapa-Oesao-Oilmasi-Bokong-Batuputih-Soe-Nikiniki-Noelmuti-Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Kiupukan-Halilulik-Atambua-Lahafeham-Motoain | KABUPATEN_KUPANG | - | JLN.C. | Sudah Sinkron (Dapat dilihat pada Peta M.2 Inventarisasi Hasil Sintesa Program Pemanfaatan Ruang Kepulauan Nusa Tenggara) | |||||
| Jaringan Jalan Kolektor Primer | ||||||||||
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan- Selaparang-Rembiga-Dasan-Cermen-Cakranegara | KOTA_MATARAM | - | JLN.E | Sudah Sinkron (Dapat diilihat pada Peta M.2 Inventarisasi Hasil Sintesa Program Pemanfaatan Ruang Kepulauan Nusa Tenggara) | |||||
| JLN.C.20 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_UTARA | - | JLN.E | Sudah Sinkron (Dapat diilihat pada Peta M.2 Inventarisasi Hasil Sintesa Program Pemanfaatan Ruang Kepulauan Nusa Tenggara) | |||||
| JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | - | JLN.E | Tindak Lanjut LAT.B.2 | |||||
| JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | - | JLN.E | Tindak Lanjut LAT.B.4 | |||||
| JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | KABUPATEN_BELU | - | JLN.E | Tindak Lanjut DAR.C.9 | |||||
| 2 SISTEM TRANSPORTASI LAUT | ||||||||||
| Tatanan Kepelabuhanan | ||||||||||
| Pelabuhan Pengumpul | ||||||||||
| LAT.B.2 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | JLN.A / JLN.C / JLN.I / JLN.J; LAT.J / LAT.K / LAT.N. | - | v | Tidak terhubung rencana jaringan jalan
[Gambar peta lokasi Pelabuhan Benete] |
Merekomendasikan penambahan Program rencana jaringan jalan menuju Pelabuhan Benete (JLN.C.7) | |||
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | JLN.A / JLN.C / JLN.I / JLN.J; LAT.J / LAT.K / LAT.N. | - | v | Tidak terhubung rencana jaringan jalan
[Gambar peta lokasi Pelabuhan Labuan Bajo] |
Merekomendasikan penambahan Program rencana jaringan jalan menuju Pelabuhan Labuan Bajo | |||
| 3. ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | ||||||||||
| Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) | ||||||||||
| LIS.B.4 | Konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bima (FTP 1, sistem Sumbawa-Bima) | KABUPATEN_BIMA | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS X: JLN | - | v | Tidak terhubung rencana gardu induk (LIS X)
[Gambar peta lokasi PLTU Bima] |
Merekomendasikan penambahan rencana pengembangan gardu induk (LIS X) yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra (LIS.X.21) | |||
| LIS.B.7 | Pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Timor 1 (sistem Timor) kapasitas 50,0 MW | KABUPATEN_KUPANG | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS X: JLN | - | v | v | Diskontinu
Tidak terhubung rencana gardu induk (LIS X) Inkonsisten Dalam RTR KPN NTT terdapat rencana gardu induk, sedangkan dalam RTR Kepulauan Nustra tidak ada titik rencana PLTU dalam RTR KPN NTT dan RTR Kepulauan Nustra berbeda lokasi sedangkan PLTG/MG titiknya sama. Dalam RUPTL terdapat rencana pengembangan PLT EBT, PLTD, dan PLTS sedangkan dalam RTR Kepulauan Nustra tidak ada.
[Gambar peta lokasi gardu induk PLTU Timor 1 - 2 gambar] |
Diskontinu
Merekomendasikan penambahan rencana pengembangan gardu induk (LIS X) yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra. Inkonsisten Merekomendasikan penambahan rencana pengembangan PLT EBT, PLTD, dan PLTS sesuai dengan RUPTL. |
||
| Gardu Induk | ||||||||||
| LIS.X.2.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Timor 1) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | KABUPATEN_KUPANG | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; JLN | - | Tindak Lanjut LIS.B.7 | |||||
| LIS.X.21.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | KABUPATEN_BIMA | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; JLN | - | Tindak Lanjut LIS.B.4 | |||||
| 4. SUMBER DAYA AIR | ||||||||||
| SDA.H.20 | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | SDA.A; SDA.G; SDA.J | - | v | Tidak terhubung rencana jaringan irigasi, pintu air, dan penanganan air permukaan
[Gambar peta lokasi Bendungan Temef] |
Merekomendasikan penambahan Program rencana jaringan irigasi primer, pintu air, dan penanganan air permukaan | |||
| SDA.A.1.t | Pembangunan jaringan irigasi primer Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | SDA.H / SDA.I; SDA.B | - | Tindak Lanjut SDA.H.20 | |||||
| SDA.G.1.t | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | SDA.H / SDA.I / SDA.J / SDA.A / SDA.B | - | Tindak Lanjut SDA.H.20 | |||||
| SDA.J.1.t | Pembangunan jaringan penanganan air permukaan Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | - | - | Tindak Lanjut SDA.H.20 | |||||
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 3.1 Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi Fungsi Dan Lokasi Berdasarkan Keterkaitan Antarjenis Program Pada SPPR Jangka Menengah 5 (Lima) Tahunan RTR Kepulauan Nusa Tenggara:
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Lokasi | Rencana Tahun Pelaksanaan | SINKRON | Realisasi Pelaksanaan Program | Rekomendasi Waktu Pelaksanaan | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Program Prasyarat | Program Optimasi | Sudah Dilaksanakan | Sedang Dilaksanakan | Belum Dilaksanakan /Usulan Program Baru | ||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| Sistem Transportasi Nasional | ||||||||||
| 1. Sistem Transportasi Darat | ||||||||||
| Jaringan Jalan Nasional | ||||||||||
| Jaringan Jalan Arteri Primer | ||||||||||
| JLN.A.10 | Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Primer Oesapa-Oesao-Oilmasi-Bokong-Batuputih-Soe-Nikiniki-Noelmuti-Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Kiupukan-Halilulik-Atambua-Lahafeham-Motoain | KABUPATEN_KUPANG | 2025-2029 | - | JLN.C. | 2023 | 2023 | |||
| Jaringan Jalan Kolektor Primer | ||||||||||
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan-Selaparang-Rembiga-Dasan-Cermen-Cakranegara | KOTA_MATARAM | 2025-2027 | - | JLN.E | v | 2025 | |||
| JLN.C.20 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_UTARA | 2025-2029 | - | JLN.E | v | 2025 | |||
| JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | 2025-2027 | - | JLN.E | v | 2025 | |||
| JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | 2025-2027 | - | JLN.E | Pengadaan Tanah | 2025 | |||
| JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | KABUPATEN_BELU | 2025-2027 | - | JLN.E | Perencanaan Teknis | 2025 | |||
| 2. Sistem Transportasi Laut | ||||||||||
| Tatanan Kepelabuhanan | ||||||||||
| Pelabuhan Pengumpul | ||||||||||
| LAT.B.2 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | 2025-2027 | JLN.A / JLN.C / JLN.I / JLN.J; LAT.J / LAT.K / LAT.N. | - | v | 2025 | |||
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | 2025-2027 | JLN.A / JLN.C / JLN.I / JLN.J; LAT.J / LAT.K / LAT.N. | - | Pengadaan Tanah | 2025 | |||
| 3. Energi dan Sumber Daya Mineral | ||||||||||
| Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) | ||||||||||
| LIS.B.4 | Konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bima (FTP 1, sistem Sumbawa-Bima) | KABUPATEN_BIMA | 2025-2027 | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS X: JLN | - | 2022 | 2022 | |||
| LIS.B.7 | Pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Timor 1 (sistem Timor) kapasitas 50,0 MW | KABUPATEN_KUPANG | 2025-2027 | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS X: JLN | - | Kontruksi | 2024 | |||
| Gardu Induk | ||||||||||
| LIS.X.2.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Timor 1) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | KABUPATEN_KUPANG | 2025-2027 | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; JLN | - | v | 2025 | |||
| LIS.X.21.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | KABUPATEN_BIMA | 2025-2027 | LIS.K / LIS.L / LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; JLN | - | Perencanaan Teknis | 2025 | |||
| 4. Sumber Daya Air | ||||||||||
| SDA.H.20 | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | 2025-2027 | SDA.A; SDA.G; SDA.J | - | 2023 | 2023 | |||
| SDA.A.1.t | Pembangunan jaringan irigasi primer Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | 2025-2027 | SDA.H / SDA.I; SDA.B | - | v | 2027 | |||
| SDA.G.1.t | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | 2025-2027 | SDA.H / SDA.I / SDA.J / SDA.A / SDA.B | - | Perencanaan Teknis | 2025 | |||
| SDA.J.1.t | Pembangunan jaringan penanganan air permukaan Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | 2025-2027 | - | - | v | 2027 | |||
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 3.2 Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi Waktu Berdasarkan Keterkaitan Antarjenis Program Pada SPPR Jangka Menengah 5 (Lima) Tahunan RTR Kepulauan Nusa Tenggara:
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/ Kawasan | Lokasi | Sumber dan/atau alternatif pembiayaan | Instansi Pelaksana | Sumber Data | Rekomendasi Waktu Pelaksanaan | RTR Pulau/ Kepulauan | RTR KSN/ KPN | RTRW Provinsi | Relasi Pola Ruang | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 | ||||||||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) |
| SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL | ||||||||||||||||
| 1. Sistem Transportasi Darat | ||||||||||||||||
| Jaringan Jalan Nasional | ||||||||||||||||
| Jaringan Jalan Kolektor Primer | ||||||||||||||||
| JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | APBN | PUPR | Hasil Analisis | x | x | x | Kawasan Peruntukan Pertanian | ||||||
| JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | APBN | PUPR | Hasil Analisis | x | x | x | Kawasan Peruntukan Pertanian | ||||||
| JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | PKSN Atambua; Pusat Pelayanan Penyangga Haekesak; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Motaain (Kec. Tasifeto Timur); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Turiskain (Kec. Raihat); | KABUPATEN_BELU | APBN | PUPR | Hasil Analisis | x | x | x | Kawasan Peruntukan Pertanian | ||||||
| 2. ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL | ||||||||||||||||
| Gardu Induk | ||||||||||||||||
| LIS.X.2.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | APBN | ESDM | Hasil Analisis | x | x | x | Kawasan Peruntukan Pertanian | ||||||
| LIS.X.21.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKW Raba; KSPN Tambora dan Sekitarnya,Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KABUPATEN_BIMA | APBN | ESDM | Hasil Analisis | x | x | x | Kawasan Peruntukan Pertanian | ||||||
| 3. Sumber Daya Air | ||||||||||||||||
| SDA.H.20 | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | v | x | v | Kawasan Peruntukan Hutan | ||||||
| SDA.A.1.t | Pembangunan jaringan irigasi primer Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | Hasil Analisis | x | x | x | Kawasan Peruntukan Hutan | ||||||
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 3.3 Rekomendasi Masukan untuk Peninjauan Kembali dalam Rangka Revisi RTR Pada SPPR Jangka Menengah 5 (Lima) Tahunan:
| No | Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah 5 (lima) Tahun | Tahun Pelaksanaan Program | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Besaran | Sumber dan/atau Alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Tahun Ke-1 | Tahun Ke-2 | Tahun Ke-3 | Tahun Ke-4 | Tahun Ke-5 | |
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) |
| SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL | ||||||||||||
| 1. Sistem Transportasi Darat | ||||||||||||
| Jaringan Jalan Nasional | ||||||||||||
| Jaringan Jalan Arteri Primer | ||||||||||||
| JLN.A.10 | Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Primer Oesapa-Oesao-Oilmasi-Bokong-Batuputih-Soe-Nikiniki-Noelmuti-Kefamenanu-Maubesi-Nesam/Kiupukan-Halilulik-Atambua-Lahafeham-Motoain | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | APBN | PUPR | |||||||
| Jaringan Jalan Kolektor Primer | ||||||||||||
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan-Selaparang- Rembiga-Dasan-Cermen-Cakranegara | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya; KEK Mandalika | KOTA_MATARAM | APBN | PUPR | |||||||
| JLN.C.20 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_UTARA | APBN | PUPR | |||||||
| JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | APBN | PUPR | |||||||
| JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | APBN | PUPR | |||||||
| JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | PKSN Atambua; Pusat Pelayanan Penyangga Haekesak; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Motaain (Kec. Tasifeto Timur); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Turiskain (Kec. Raihat); | KABUPATEN_BELU | APBN | PUPR | |||||||
| 2. Sistem Transportasi Laut | ||||||||||||
| Tatanan Kepelabuhanan | ||||||||||||
| Pelabuhan Pengumpul | ||||||||||||
| LAT.B.2 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | APBN | Kemenhub | |||||||
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | APBN | Kemenhub | |||||||
| 3. Energi dan Sumber Daya Mineral | ||||||||||||
| Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) | ||||||||||||
| LIS.B.4 | Konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bima (FTP 1, sistem Sumbawa-Bima) | PKW Raba; KSPN Tambora dan Sekitarnya,Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KABUPATEN_BIMA | APBN | ESDM | |||||||
| LIS.B.7 | Pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Timor 1 (sistem Timor) kapasitas 50,0 MW | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | APBN | ESDM | |||||||
| Gardu Induk | ||||||||||||
| LIS.X.2.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Timor 1) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | APBN | ESDM | |||||||
| LIS.X.21.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKW Raba; KSPN Tambora dan Sekitarnya,Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KABUPATEN_BIMA | APBN | ESDM | |||||||
| SUMBER DAYA AIR | ||||||||||||
| SDA.H.20 | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | |||||||
| SDA.A.1.t | Pembangunan jaringan irigasi primer Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | |||||||
| SDA.G.1.t | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | |||||||
| SDA.J.1.t | Pembangunan jaringan penanganan air permukaan Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | |||||||
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 4 Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan di Kepulauan Nusa Tenggara:
Penyajian Matriks SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan terdiri atas:
Penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan oleh pemerintah pusat disajikan dalam lingkup wilayah administratif provinsi yang disusun berdasarkan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan RTR Pulau/Kepulauan dan RTR KSN. Sebagai contoh, penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan Kepulauan Nusa Tenggara menjadi input dalam SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan dalam lingkup wilayah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat secara terpadu.
Berikut contoh penyajian Matriks SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan SPPR dalam lingkup wilayah administrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat yang tercantum pada Tabel III.7 sampai dengan Tabel III.11.
| No. | Kawasan | Tipe Kawasan | Kriteria Pemilihan | Skor Total | Peringkat | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PP RTRWN (Bobot 20%) | Perpres RTR Kepulauan (Bobot 20%) | Perpres RTR KPN (Bobot 20%) | Major Project RPJMN (Bobot 20%) | Perpres PSN (Bobot 10%) | PP KEK (Bobot 10%) | |||||||||||
| Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | Nilai | Skor | |||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) |
| 1 | KEK Mandalika* | Kawasan Andalan Pariwisata | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 1 | 0,2 | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 1 | 0,1 | 0,7 | 1 |
| 2 | PKSN Atambua | KSN Perbatasan | 1 | 0,2 | 1 | 0,2 | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0,6 | 2 |
| 3 | PKSN Kefamenanu | KSN Perbatasan | 1 | 0,2 | 1 | 0,2 | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0,6 | 2 |
| 4 | KSPN Labuan Bajo | Kawasan Andalan Pariwisata | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 1 | 0,2 | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0,6 | 2 |
| 5 | Kawasan Andalan Sektor Perikanan Sentra Udang dan Bandeng-NTB | Kawasan Andalan Sektor Perikanan | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0,4 | 3 |
| 6 | Kawasan Andalan Sektor Industri - KI Sumbawa Barat | Kawasan Andalan Sektor Industri | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | 0,2 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0,2 | 4 |
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 2 Pemilihan Kawasan yang Diprioritaskan Pada Tahun (T+2) Pada SPPR Jangka Pendek 1 (Satu) Tahunan:
*bobot setiap kriteria dapat disesuaikan dengan kesepakatan pemangku kepentingan dengan maksimal penjumlahan bobot seluruh kriteria = 100%
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Besaran | Sumber dan/atau Alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Sumber Data | Tahun Pelaksanaan | Tahun Pelaksanaan Program | Status Program (2025) | Program Pemanfaatan Ruang (t+2) *) | Usulan Program/ Kegiatan Sektor (t+2) | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 | Baru | Rutin | ||||||||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) | (18) | (19) |
| Sistem Transportasi Nasional | ||||||||||||||||||
| Sistem Transportasi Darat | ||||||||||||||||||
| 1. Jaringan Jalan Nasional | ||||||||||||||||||
| Jaringan Jalan Arteri Primer | ||||||||||||||||||
| JLN.A.10 | Pengembangan Jaringan Jalan Arteri Primer Oesapa-Oesao-OilmasiBokong-Batuputih-SoeNikiniki-NoelmutiKefamenanu-MaubesiNesam/KiupukanHalilulik-AtambuaLahafeham-Motoain | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | APBN | PUPR | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | 2023 | v | Tidak Lanjut | Tidak Lanjut | ||||||||
| Jaringan Jalan Kolektor Primer | ||||||||||||||||||
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan- SelaparangRembiga-Dasan-CermenCakranegara | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya; KEK Mandalika | KOTA_MATARAM | APBN | PUPR | RTR Kepulauan Nusa Tenggara; | 2025 | v | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer AmpenanSelaparangRembigaDasanCermenCakranegara | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer AmpenanSelaparangRembigaDasanCermenCakranegara | ||||||||
| JLN.C.20 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_UTARA | APBN | PUPR | RTR Kepulauan Nusa Tenggara; RTR KPN Nusa Tenggara Timur | 2025 | v | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer KefamenanuOlefaub | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer KefamenanuOlefaub | ||||||||
| JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | APBN | PUPR | Hasil Analisis | 2025 | v | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | ||||||||
| JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | APBN | PUPR | Hasil Analisis | 2025 | v | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo | ||||||||
| JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | PKSN Atambua; Pusat Pelayanan Penyangga Haekesak; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Motaain (Kec. Tasifeto Timur); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Turiskain (Kec. Raihat); | KABUPATEN_BELU | APBN | PUPR | Hasil Analisis | 2025 | v | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen | ||||||||
| 2. Sistem Transportasi Laut | ||||||||||||||||||
| Tatanan Kepelabuhanan | ||||||||||||||||||
| Pelabuhan Pengumpul | ||||||||||||||||||
| LAT.B.2 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | APBN | Kemenhub | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | 2025 | v | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | ||||||||
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | APBN | Kemenhub | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | 2025 | v | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | ||||||||
| 3. Energi Dan Sumber Daya Mineral | ||||||||||||||||||
| Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) | ||||||||||||||||||
| LIS.B.4 | Konstruksi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bima (FTP 1, sistem Sumbawa-Bima) | PKW Raba; KSPN Tambora dan Sekitarnya,Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KABUPATEN_BIMA | APBN | ESDM | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | 2022 | v | Tidak Lanjut | Tidak Lanjut | ||||||||
| LIS.B.7 | Pengadaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Timor 1 (sistem Timor) kapasitas 50,0 MW | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | APBN | ESDM | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | 2024 | v | Tidak Lanjut | Tidak Lanjut | ||||||||
| Gardu Induk | ||||||||||||||||||
| LIS.X.2.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Timor 1) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | APBN | ESDM | Hasil Analisis | 2025 | v | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra | ||||||||
| LIS.X.21.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKW Raba; KSPN Tambora dan Sekitarnya,Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KABUPATEN_BIMA | APBN | ESDM | Hasil Analisis | 2025 | v | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | ||||||||
| 4. Sumber Daya Air | ||||||||||||||||||
| SDA.H.20 | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | 2023 | v | Tidak Lanjut | Tidak Lanjut | ||||||||
| SDA.A.1.t | Pembangunan jaringan irigasi primer Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | Hasil Analisis | 2027 | v | Tidak Lanjut | Tidak Lanjut | ||||||||
| SDA.G.1.t | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | Hasil Analisis | 2025 | v | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | ||||||||
| SDA.J.1.t | Pembangunan jaringan penanganan air permukaan Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | APBN | PUPR | Hasil Analisis | 2027 | v | Tidak Lanjut | Tidak Lanjut | ||||||||
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 2 Identifikasi Keterlaksanaan Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah Pada SPPR Jangka Pendek 1 (Satu) Tahunan RTR Kepulauan Nusa Tenggara:
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang (t+2) *) | Usulan Program/ Kegiatan Sektor (t+2) | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Instansi Pelaksana | Aspek Penilaian Prioritas | Hasil Penilaian | Tingkat Prioritas | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Aspek Perencanaan (20%) | Aspek Pelaksanaan (30%) | Aspek Status Kesiapan Lahan (20%) | Aspek Kewilayahan (10%) | Aspek Tema Pembangunan Jangka Menengah (20%) | |||||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) |
| Sistem Transportasi Nasional | |||||||||||||
| 1. Sistem Transportasi Darat | |||||||||||||
| Jaringan Jalan Nasional | |||||||||||||
| Jaringan Jalan Kolektor Primer | |||||||||||||
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer AmpenanSelaparang-RembigaDasan-CermenCakranegara | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer AmpenanSelaparang-RembigaDasan-CermenCakranegara | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya; KEK Mandalika | KOTA_MATARAM | PUPR | 2 | 2 | 2 | 3 | 3 | 2,3 | PRIORITAS 2 | |
| JLN.C.20 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_UTARA | PUPR | 2 | 2 | 2 | 2 | 3 | 2,2 | PRIORITAS 2 | |
| JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | PUPR | 1 | 3 | 1 | 3 | 3 | 2,2 | PRIORITAS 2 | |
| JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | PUPR | 1 | 3 | 1 | 3 | 3 | 2,2 | PRIORITAS 2 | |
| JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | PKSN Atambua; Pusat Pelayanan Penyangga Haekesak; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Motaain (Kec. Tasifeto Timur); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Turiskain (Kec. Raihat); | KABUPATEN_BELU | PUPR | 1 | 3 | 1 | 2 | 3 | 2,1 | PRIORITAS 2 | |
| 2. Sistem Transportasi Laut | |||||||||||||
| Tatanan Kepelabuhanan | |||||||||||||
| Pelabuhan Pengumpul | |||||||||||||
| LAT.B.2 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | Kemenhub | 3 | 2 | 3 | 3 | 3 | 2,7 | PRIORITAS 1 | |
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | Kemenhub | 3 | 2 | 3 | 3 | 3 | 2,7 | PRIORITAS 1 | |
| 3. Energi Dan Sumber Daya Mineral | |||||||||||||
| Gardu Induk | |||||||||||||
| LIS.X.2.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | KABUPATEN_KUPANG | ESDM | 1 | 1 | 1 | 3 | 3 | 1,6 | PRIORITAS 3 | |
| LIS.X.21.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | PKW Raba; KSPN Tambora dan Sekitarnya,Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KABUPATEN_BIMA | ESDM | 1 | 1 | 1 | 3 | 3 | 1,6 | PRIORITAS 3 | |
| 4. Sumber Daya Air | |||||||||||||
| SDA.G.1.t | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | PUPR | 1 | 1 | 1 | 3 | 3 | 1,6 | PRIORITAS 3 | |
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 3 Penilaian Prioritas Program Pemanfaatan Ruang Tahun 2023 Pada SPPR Jangka Pendek 1 (Satu) Tahunan RTR Kepulauan Nusa Tenggara:
Contoh: Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) memiliki nilai aspek perencanaan (3 x 20%) + aspek pelaksanaan (2 x 30%) + aspek Status Kesiapan Lahan (3 x 20%) + aspek kewilayahan (3 x 10%) + aspek tema pembangunan jangka menengah (3 x 20%) sehingga hasil penilaian sejumlah 2,7 yang kemudian diklasifikasikan sebagai prioritas 1.
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang (t+2) *) | Usulan Program/ Kegiatan Sektor (t+2) | Lokasi | Instansi Pelaksana | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Tingkat Prioritas | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pusat Permukiman/Kegiatan | Kawasan Andalan | Kawasan Strategis Nasional | Kawasan Pusat Pertumbuhan | |||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| NUSA TENGGARA BARAT | ||||||||||
| 1 | LAT.B.2 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Benete | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | Kemenhub | PKW Sumbawa Besar; | Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya | KI Sumbawa Barat | PRIORITAS 1 | |
| 2 | JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan-SelaparangRembiga-Dasan-CermenCakranegara | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan-SelaparangRembiga-Dasan-CermenCakranegara | KOTA_MATARAM | PUPR | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; | Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya | KEK Mandalika | PRIORITAS 2 | |
| 3 | JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | KABUPATEN_SUMBAWA_BARAT | PUPR | PKW Sumbawa Besar; | Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya | KI Sumbawa Barat | PRIORITAS 2 | |
| 4 | LIS.X.21.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik (PLTU Bima) dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | KABUPATEN_BIMA | ESDM | PKW Raba; | Kawasan Andalan Bima; Kawasan Andalan Laut Flores; | KSPN Tambora dan Sekitarnya, | PRIORITAS 3 | |
| NUSA TENGGARA TIMUR | ||||||||||
| 1 | LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | Kemenhub | PKW Labuan Bajo | Kawasan Andalan Laut FloresKawasan Andalan Komodo dan SekitanyaKawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; KSPN Komodo dan Sekitarnya | PRIORITAS 1 | |
| 2 | JLN.C.20 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Kefamenanu-Olefaub | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_UTARA | PUPR | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli | PRIORITAS 2 | |||
| 3 | JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | PUPR | PKW Labuan Bajo | Kawasan Andalan Laut FloresKawasan Andalan Komodo dan SekitanyaKawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | DPP Labuan Bajo,Komodo dan Sekitarnya; KSPN Komodo dan Sekitarnya | PRIORITAS 2 | |
| 4 | JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | KABUPATEN_BELU | PUPR | PKSN Atambua; Pusat Pelayanan Penyangga Haekesak; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Motaain (Kec. Tasifeto Timur); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Turiskain (Kec. Raihat); | PRIORITAS 2 | |||
| 5 | LIS.X.2.t | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | Pengembangan gardu induk yang terhubung dengan pembangkit listrik dan jaringan transmisinya pada RTR Kepulauan Nustra* | KABUPATEN_KUPANG | ESDM | PKSN Kefamenanu; Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Wini (Kec. Insana Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Napan (Kec. Bikomi Utara); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Haumeni Ana (Kec. Bikomi Nulilat); Pusat Pelayanan Pintu Gerbang Oepoli; | Kawasan Andalan Kupang dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya; | PRIORITAS 3 | ||
| 6 | SDA.G.1.t | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | Pembangunan pintu air Bendungan Temef* | KABUPATEN_TIMOR_TENGAH_SELATAN | PUPR | PKW Soe; | Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | PRIORITAS 3 | ||
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 4.1 Rekapitulasi Hasil Prioritas Program Pemanfaatan Ruang Tahun 2025 pada SPPR Jangka Pendek 1 (Satu) Tahunan Di Kepulauan Nusa Tenggara Berdasarkan Provinsi:
| Kawasan Prioritas | No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang (t+2) *) | Usulan Program/ Kegiatan Sektor (t+2) | Lokasi | Instansi Pelaksana | Tingkat Prioritas |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) |
| PKSN Atambua | 1 | ASD.E.11 | Pengembangan lintas penyeberangan Atapupu-Ilwaki | Pengembangan lintas penyeberangan Atapupu-Ilwaki | KABUPATEN_BELU | Kemenhub | PRIORITAS 1 |
| 2 | ASD.E.12 | Pengembangan lintas penyeberangan Atapupu-Wonrelli | Pengembangan lintas penyeberangan Atapupu-Wonrelli | KABUPATEN_BELU | Kemenhub | PRIORITAS 1 | |
| 3 | DAR.C.9 | Pengembangan Bandara HaliwenAtambua | Pengembangan Bandara HaliwenAtambua | KABUPATEN_BELU | Kemenhub | PRIORITAS 1 | |
| 4 | LAT.B.9 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Atapupu dalam satu sistem dengan Pelabuhan Wini* | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Atapupu dalam satu sistem dengan Pelabuhan Wini* | KABUPATEN_BELU | Kemenhub | PRIORITAS 1 | |
| 5 | JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | KABUPATEN_BELU | PUPR | PRIORITAS 2 | |
| 6 | JLN.C.23.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Atapupu* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Atapupu* | KABUPATEN_BELU | PUPR | PRIORITAS 3 | |
| 7 | LIS.I.10 | Pengembangan pembangkit tenaga listrik energi terbarukan PLTM Kambaniru* | Pengembangan pembangkit tenaga listrik energi terbarukan PLTM Kambaniru* | KABUPATEN_BELU | ESDM | PRIORITAS 3 | |
| KSPN Labuan Bajo | 1 | LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | Kemenhub | PRIORITAS 1 |
| 2 | KOM.A.18 | Pengembangan Jaringan Pelayanan Pulau-Pulau Nusa Tenggara-Maluku-Papua berupa jaringan terestrial yang Andalan Komodo dan sekitarnya | Pengembangan Jaringan Pelayanan Pulau-Pulau Nusa Tenggara-Maluku-Papua berupa jaringan terestrial yang Andalan Komodo dan sekitarnya | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | Kominfo | PRIORITAS 2 | |
| 3 | JLN.C.21.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Labuan Bajo* | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | PUPR | PRIORITAS 2 | |
| 4 | DAR.B.2 | Pemantapan Bandara Internasional Komodo | Pemantapan Bandara Internasional Komodo | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | Kemenhub | PRIORITAS 2 | |
| 5 | PAM.A.11 | Pengembangan prasarana penyediaan air baku dengan menggunakan teknologi penggunaan air laut Kabupaten Manggarai Barat | Pengembangan prasarana penyediaan air baku dengan menggunakan teknologi penggunaan air laut Kabupaten Manggarai Barat | KABUPATEN_MANGGARAI_BARAT | PUPR | PRIORITAS 3 |
Petunjuk pengisian pada penyajian Matriks 4.2 Program Pemanfaatan Ruang Kawasan Prioritas Tahun 2025 pada SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan di Kepulauan Nusa Tenggara:
Hasil Output Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) disajikan secara spasial melalui peta SPPR.
Tujuan dari pembuatan peta SPPR adalah untuk menyajikan informasi secara spasial berdasarkan hasil analisis yang termuat dalam matriks SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan dan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan.
Terdapat 2 (dua) pengaturan dalam pembuatan peta SPPR meliputi:
Pengaturan dalam pembuatan peta SPPR akan dijelaskan lebih rinci pada penjelasan berikut:
Tabel Atribut merupakan data tabular yang memiliki kolom (field) dan baris (record), yang berfungsi untuk menampilkan data yang terdapat dalam data spasial (bentuk vektor) yang dapat diakses baik dalam mode sunting (editing) maupun dalam mode biasa.
Keterangan mengenai pengisian tabel atribut peta SPPR tercantum pada Tabel IV. 1.
Tabel Atribut disusun dengan format tertentu yang berisikan informasi atribut yang dibutuhkan dalam penyajian peta SPPR terdiri atas:
| Nama Atribut | Keterangan | Penulisan Tabel Atribut |
|---|---|---|
| Nama Objek | Menerangkan klasifikasi turunan unsur orde terakhir yang terdapat dalam RTR sesuai skala rencana. | NAMOBJ |
| Jenis Rencana Pola Ruang | Menerangkan jenis rencana pola ruang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya (diperoleh dari peta RTR yang akan disusun SPPR-nya). | JNSRPR |
| Wilayah Administrasi Provinsi | Menerangkan satuan wilayah administrasi provinsi yang menjadi tempat objek berada. | WADMPR |
| Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota | Menerangkan satuan wilayah administrasi kabupaten/kota yang menjadi tempat objek berada. | WADMKK |
| Wilayah Administrasi Kecamatan | Menerangkan satuan wilayah administrasi kecamatan yang menjadi tempat objek berada. | WADMKC |
| Kode Program | Menerangkan kode untuk setiap jenis program pemanfaatan ruang yang diklasifikasikan berdasarkan program sektoral yang tercantum pada Tabel IV.9. | KODPRO |
| Jenis Rencana Struktur Ruang | Menerangkan jenis rencana Struktur Ruang meliputi sistem jaringan dan sarana prasarana berdasarkan klasifikasi program pemanfaatan ruang pada Matriks 5 SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan. | JNSRSR |
| Nama Program | Menerangkan nama/nomenklatur program pemanfaatan ruang. | NAMPRO |
| Lokasi Program | Menerangkan lokasi pelaksanaan program pemanfaatan ruang. | LOKPRO |
| Besaran | Menerangkan perkiraan jumlah satuan masing-masing usulan program pemanfaatan ruang, dapat diisikan satuan jumlah unit, paket, luasan, panjang, tinggi, volume, dsb. | BSRPRO |
| Sumber dan/atau alternatif Pembiayaan | Menerangkan perkiraan sumber dan/atau pembiayaan untuk program pemanfaatan ruang sesuai dengan kewenangan pemerintah pusat/pemerintah daerah berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Contoh: APBN, APBD, KPBU, dsb. | SBIAYA |
| Instansi Pelaksana | Menerangkan instansi pelaksana/penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan program pemanfaatan ruang. | INSLAK |
| Tahun Pelaksanaan Program | Menerangkan waktu tahun pelaksanaan program pemanfaatan ruang. | THNPRO |
| Nomor Program | Menerangkan penomoran program yang diurutkan berdasarkan total skor tertinggi ke terendah yang didapatkan dari hasil penilaian prioritas program pada SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan. Contoh pengisian nomor program menggunakan angka: 1, 2, 3, dst. | NOMPRO |
| Program Pemanfaatan Ruang (t+2) | Menerangkan usulan program pemanfaatan ruang tahun (t+2) | PROFAT |
| Usulan Program/Kegiatan Sektor (t+2) | Menerangkan penyesuaian nomenklatur program pada sektor pelaksana dan informasi pendetailan kegiatan sektor yang mendukung program pemanfaatan ruang tahun (t+2). | PROKEG |
| Lokasi | Menerangkan lokasi program pada hasil SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan (Kabupaten/Kota/Kecamatan). | LOKASI |
| Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Menerangkan informasi lingkup sasaran pengembangan wilayah/kawasan yang didukung program pemanfaatan ruang: | |
| 1. Pusat Permukiman/Kegiatan: diisi berdasarkan pusat permukiman/kegiatan yang diamanatkan dalam RTR yang akan disusun SPPR-nya. Contoh: PKN/PKW/PKSN/PKL, dsb. | PSTKIM | |
| 2. Kawasan Andalan: diisi berdasarkan kawasan andalan sesuai yang diamanatkan dalam RTRWN. | KWSAND | |
| 3. Kawasan Strategis: diisi berdasarakan penetapan kawasan strategis yang diamanatkan dalam RTRWN maupun RTR daerah. Contoh: KSN, KSP, atau KS Kabupaten/Kota. | KWSSTR | |
| 4. Kawasan Pusat Pertumbuhan: diisi berdasarkan kawasan pusat pertumbuhan yang diamanatkan dalam RPJMN dan/atau RPJMD. Contoh: KI, KEK, KSPN, dsb. | KWPTUM | |
| Tingkat Prioritas | Menerangkan Tingkat Prioritas Program pada hasil SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan. yang diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) klasifikasi yaitu: Prioritas 1, Prioritas 2, dan Prioritas 3. | PRIORT |
| Sumber Data | Menerangkan sumber data berasal dan tahun data diterbitkan. Contoh: Analisis SPPR, 2020. | SBDATA |
Pada penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan dihasilkan 3 (tiga) peta yaitu:
Pengaturan format penyajian tabel atribut SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan akan dijelaskan lebih rinci pada penjelasan berikut:
Tabel atribut peta M2 yang memuat hasil pemetaan program pemanfaatan ruang dan sasaran pengembangan wilayah/kawasan yang disusun dengan format tertentu berisikan paling sedikit informasi mengenai kode program, nama program, sasaran pengambangan wilayah/kawasan, wilayah administrasi provinsi, wilayah administrasi kabupaten/kota, wilayah administrasi kecamatan (untuk sppr lingkup Kabupaten/Kota), serta tahun pelaksanaan program.
Format penyajian beserta contoh pengisian penyajian tabel atribut Peta M2 Sintesis Rencana Tata Ruang Dan Rencana Pembangunan Pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan tercantum pada Tabel IV.2 dan Tabel IV. 3.
| Ketentuan Data | Kode Program | Nama Program | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Wilayah Administrasi Provinsi | Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota | Wilayah Administrasi Kecamatan*) | Tahun Pelaksanaan Program | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PSTKIM | KWSAND | KWSSTR | KWPTUM | |||||||
| Nama Field | KODPRO | NAMPRO | PSTKIM | KWSAND | KWSSTR | KWPTUM | WADMPR | WADMKK | WADMKC | THNPRO |
| Data Type | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text |
| Length | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 |
Keterangan:
*) Wilayah Administrasi Kecamatan dapat diisi untuk SPPR dalam lingkup wilayah perencanaan Kabupaten/Kota
| KODPRO | NAMPRO | PSTKIM | KWSAND | KWSSTR | KWPTUM | WADMPR | WADMKK | THNPRO |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | PKW Labuan Bajo | Kawasan Andalan Laut Flores Kawasan Andalan Komodo dan SekitanyaKawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | DPP Labuan Bajo, Komodo dan Sekitarnya | KSPN Komodo dan Sekitarnya | Nusa Tenggara Timur | Kabupaten Manggarai Barat | 2025-2027 |
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan- Selaparang- Rembiga-Dasan- Cermen-Cakranegara | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; | Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya | Tidak ada | KEK Mandalika | Nusa Tenggara Barat | Kota Mataram | 2025-2027 |
Tabel atribut peta M3.3 memuat informasi Rekomendasi Program sebagai masukan untuk Peninjauan Kembali dalam rangka Revisi RTR yang disusun dengan format tertentu berisikan paling sedikit informasi mengenai kode program, nama program, sasaran pengambangan wilayah/kawasan, lokasi program berupa wilayah administrasi provinsi, lokasi program berupa wilayah administrasi kabupaten/kota, sumber dan/atau alternatif pembiayaan, instansi pelaksana, sumber data, rekomendasi waktu pelaksanaan, masukan RTR, relasi pola ruang.
| Ketentuan Data | Kode Program | Nama Program | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Wilayah Administrasi Provinsi | Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota | Lokasi Program | Sumber dan/atau alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Sumber Data | Rekomendasi Waktu Pelaksanaan | Masukan RTR | Relasi Pola Ruang |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama Field | KODPRO | NAMPRO | SSRWLY | WADMPR | WADMKK | LOKPRO | SBIAYA | INSLAK | SBDATA | RKWKPL | MSKRTR | RELPLR |
| Data Type Length | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 |
| KODPRO | NAMPRO | SSRWLY | WADMPR | WADMKK | SBIAYA | INSLAK | SBDATA | RKWKPL | MSKRTR | RELPLR |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| JLN.C.7.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Pelabuhan Benete* | PKW Sumbawa Besar; Kawasan Andalan Sumbawa dan Sekitarnya; KI Sumbawa Barat | Nusa Tenggara Barat | Kabupaten Sumbawa Barat | APBN | PUPR | Hasil Analisis | 2025-2027 | RTR Kepulauan NTB; RTR Provinsi NTB | Kawasan Peruntukan Pertanian |
| SDA.H.20 | Pengembangan pemeliharaan bendungan beserta waduknya Bendungan Temef | PKW Soe; Kawasan Andalan Laut Sawu dan Sekitarnya | Nusa Tenggara Timur | Kabupaten Timor Tengah Selatan | APBN | PUPR | RTR Kepulauan Nusa Tenggara | 2025-2027 | RTR KPN Nusa Tenggara Timur | Kawasan Peruntukan Hutan |
Tabel atribut peta M4 memuat informasi tingkat sinkronisasi pada rencana terpadu program pemanfaatan ruang jangka menengah yang disusun dengan format tertentu berisikan paling sedikit informasi mengenai kode program, nama program, sasaran pengambangan wilayah/kawasan, lokasi program berupa wilayah administrasi provinsi, lokasi program berupa wilayah administrasi kabupaten/kota, besaran, sumber dan/atau alternatif pembiayaan, instansi pelaksana, dan tahun pelaksanaan program.
Format penyajian beserta contoh pengisian penyajian tabel atribut peta M4 Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah tercantum pada Tabel IV.6 dan Tabel IV.7.
| Ketentuan Data | Kode Program | Nama Program | Sasaran Pengembangan Wilayah/ Kawasan | Wilayah Administrasi Provinsi | Wilayah Administrasi Kabupaten/ Kota | Besaran | Sumber dan/atau alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Tahun Pelaksanaan Program | Sumber Data |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama Field | KODPRO | NAMPRO | SSRWLY | WADMPR | WADMKK | BSRPRO | SBIAYA | INSLAK | THNPRO | SBDATA |
| Data Type | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text |
| Length | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 |
| KODPRO | NAMPRO | SSRWLY | WADMPR | WADMKK | BSRPRO | SBIAYA | INSLAK | THNPRO | SBDATA |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | PKW Labuan Bajo; KSPN Komodo dan Sekitarnya; DPP Labuan Bajo, Komodo dan Sekitarnya; Kawasan Andalan Laut Flores; Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | Nusa Tenggara Timur | Kabupaten Manggarai Barat | 1 Unit | APBN | Kemenhub | 2025 | Analisis SPPR,2023 |
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan- Selaparang-Rembiga-Dasan-Cermen-Cakranegara | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya; KΕΚ Mandalika | Nusa Tenggara Barat | Kota Mataram | km | APBN | PUPR | 2025 | Analisis SPPR,2023 |
Pada penyusunan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan dihasilkan 2 (dua) peta yaitu:
Pengaturan format penyajian tabel atribut SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan akan dijelaskan lebih rinci pada penjelasan berikut:
Tabel atribut peta M4.1 memuat informasi program pemanfaatan ruang yang menjadi prioritas dilaksanakan pada tahun (t+2) yang disusun dengan format tertentu berisikan paling sedikit informasi mengenai nomor program, program pemanfaatan ruang (t+2), usulan program/kegiatan sektor ((t+2)), lokasi program berupa wilayah administrasi provinsi, lokasi program berupa wilayah administrasi kabupaten/kota, instansi pelaksana, sasaran pengembangan wilayah/kawasan, tingkat prioritas, dan sumber data.
Format penyajian beserta contoh pengisian Tabel Atribut Peta M3 Hasil Prioritas Program Pemanfaatan Ruang tercantum pada Tabel IV. 8 dan Tabel IV. 9.
| Ketentuan Data | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang (t+2) | Usulan Program/Kegiatan Sektor (t+2) | Wilayah Administrasi Provinsi | Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota | Instansi Pelaksana | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Tingkat Prioritas | Sumber Data | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PSTKIM | KWSAND | KWSSTR | KWPTUM | |||||||||
| Nama Field | KODPRO | PROFAT | PROKEG | WADMPR | WADMKK | INSLAK | PSTKIM | KWSAND | KWSSTR | KWPTUM | PRIORT | SBDATA |
| Data Type Length | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 | Text 250 |
| KODPRO | PROFAT | PROKEG | WADMPR | WADMKK | INSLAK | PSTKIM | KWSAND | KWSSTR | KWPTUM | PRIORT | SBDATA |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Nusa Tenggara Timur | Kabupaten Manggarai Barat | Kemenhub | PKW Labuan Bajo | Kawasan Andalan Laut FloresKawasan Andalan Komodo dan Sekitanya Kawasan Andalan Komodo dan Sekitanya | DPP Labuan Bajo, Komodo dan Sekitarnya | KSPN Komodo dan Sekitarnya | PRIORITAS 1 | Analisis SPPR,2023 |
| JLN.C.3 | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan- Selaparang- Rembiga-Dasan- Cermen- Cakranegara | Pengembangan Jaringan Jalan Kolektor Primer Ampenan- Selaparang- Rembiga-Dasan- Cermen- Cakranegara | Nusa Tenggara Barat | Kota Mataram | PUPR | PKN Kawasan Perkotaan Mataram Raya; | Kawasan Andalan Lombok dan Sekitarnya | Tidak Ada | KEK Mandalika | PRIORITAS 2 | Analisis SPPR,2023 |
Tabel atribut peta M4.2 memuat informasi program pemanfaatan ruang yang menjadi prioritas dilaksanakan pada tahun ((t+2) yang disusun dengan format tertentu berisikan paling sedikit informasi mengenai kawasan prioritas, kode program, program pemanfaatan ruang (t+2), usulan program/kegiatan sektor (t+2), lokasi program berupa wilayah administrasi provinsi, lokasi program berupa wilayah administrasi kabupaten/kota, instansi pelaksana, tingkat prioritas, dan sumber data.
Format penyajian beserta contoh pengisian Tabel Atribut Peta M4.2 Hasil Prioritas Program Pemanfaatan Ruang tercantum pada Tabel IV.10 dan Tabel IV.11.
| Ketentuan Data | Kawasan Prioritas | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang ((t+2) | Usulan Program/Kegiatan Sektor ((t+2) | Wilayah Administrasi Provinsi | Wilayah Administrasi Kabupaten/Kota | Instansi Pelaksana | Tingkat Prioritas | Sumber Data |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama Field | KAWPRI | KODPRO | PROFAT | PROKEG | WADMPR | WADMKK | INSLAK | PRIORT | SBDATA |
| Data Type | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text | Text |
| Length | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 | 250 |
| KAWPRI | KODPRO | PROFAT | PROKEG | WADMPR | WADMKK | INSLAK | PRIORT | SBDATA |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| KSPN Labuan Bajo | LAT.B.4 | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Pengembangan Pelabuhan Pengumpul Labuan Bajo (Terminal Multipurpose) | Nusa Tenggara Timur | Kabupaten Manggarai Barat | Kemenhub | PRIORITAS 1 | Analisis SPPR,2023 |
| PKSN Atambua | JLN.C.22.t | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | Pembangunan Jaringan Jalan Kolektor Primer Bandara Haliwen* | Nusa Tenggara Timur | Kabupaten Belu | PUPR | PRIORITAS 2 | Analisis SPPR,2023 |
Pada penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan dan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan, disajikan peta SPPR yang mengacu kepada beberapa ketentuan sebagai berikut:
Pengaturan penyajian peta SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan dan SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan akan dijelaskan lebih rinci pada penjelasan berikut:
Penyajian peta SPPR jangka menengah 5 (lima) Tahunan, terdiri atas:
Tata cara penyajian peta M2, M3.3 dan peta M5 pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:
Lingkup analisis yang dilakukan pada penyajian peta M2 meliputi:
(a) Melakukan Lingkup analisis yang dilakukan pada penyajian peta M2 adalah melakukan pemetaan untuk memperoleh gambaran penyajian lokasi program secara spasial yang telah disintesiskan sebelumnya berdasarkan kesesuaian arahan lokasi dalam RTR.
Sasaran yang diharapkan pada penyajian peta M2 adalah menghasilkan gambaran lokasi indikatif program berdasarkan arahan pemanfaatan ruang, dan memperoleh dasar analisis sinkronisasi program dalam penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan.
Input, proses, dan output pada penyajian peta M2 adalah sebagai berikut:
Input penyajian peta M2 menggunakan data spasial terkait Rencana Sturktur Ruang RTR, dan data spasial Rencana Pembangunan, menggunakan file dalam bentuk kelas fitur dari peta RTR yang akan disusun SPPR-nya.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyajian peta M2 meliputi:
Hasil output penyajian peta ini adalah "Peta M2 Sintesis Rencana Tata Ruang Dan Rencana Pembangunan Pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan" meliputi kawasan didorong dan kawasan dikendalikan.
Contoh Penyajian "Peta M2 Sintesis Rencana Tata Ruang Dan Rencana Pembangunan Pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan RTR" tercantum dalam Gambar V.1.
Lingkup analisis yang dilakukan pada penyajian peta M3.3 adalah melakukan pemetaan untuk memperoleh gambaran penyajian lokasi program secara spasial dari hasil analisis sinkronisasi program yang tidak tercantum kedalam rencana tata ruang sebagai masukan peninjauan kembali dalam rangka revisi RTR.
Sasaran yang diharapkan yang pada penyajian peta M3.3 meliputi:
Input, proses, dan output pada penyajian peta M3.3 adalah sebagai berikut:
Input penyajian peta M3.3 menggunakan data spasial terkait pemetaan hasil analisis sinkronisasi program, menggunakan file dalam bentuk kelas fitur dari peta RTR yang akan disusun SPPR-nya.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyajian peta M2 meliputi:
Hasil output penyajian peta ini adalah "Peta Rekomendsi Masukan Untuk Peninjauan Kembali Dalam Rangka Revisi RTR" meliputi kawasan didorong dan kawasan dikendalikan.
Contoh Penyajian "Peta M3.3 Rekomendasi Masukan Untuk Peninjauan Kembali Dalam Rangka Revisi RTR Pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan" tercantum dalam Gambar IV.2.
Lingkup analisis yang dilakukan pada penyajian peta M5 adalah melakukan pemetaan untuk memperoleh gambaran penyajian lokasi program secara spasial serta tingkatan sinkronisasi program jangka menengah berdasarkan kesesuaian arahan lokasi dalam RTR yang diklasifikasikan berdasarkan tujuan penataan ruang.
Sasaran yang diharapkan yang pada penyajian peta M4 meliputi:
Input, proses, dan output pada penyajian peta M4 adalah sebagai berikut:
Input penyajian peta M4 informasi program serta hasil analisis sinkronisasi pada matriks 4 (M4) yang akan disusun SPPR-nya dalam bentuk kelas fitur. Informasi program yang menjadi input penyajian peta M4 berdasarkan matriks 4 antara lain: nama program, sasaran pengambangan wilayah/kawasan, lokasi program berupa wilayah administrasi provinsi, lokasi program berupa wilayah administrasi kabupaten/kota, besaran, sumber dan/atau alternatif pembiayaan, instansi pelaksana, dan tahun pelaksanaan program.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyajian peta M5 meliputi:
Hasil output adalah "Peta M4 Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah". Jika keterangan program dinilai terlalu banyak dan menutupi muka peta, maka peta M4 dapat dibagi menjadi beberapa bagian, agar lebih informatif. Peta M4 SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan dapat disajikan berdasarkan klasifikasi program sektoral ataupun tahun pelaksanaan program disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan.
Contoh Penyajian "Peta M4 Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah Pada SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan RTR Kepulauan Nusa Tenggara" tercantum dalam Gambar IV.3.
Penyajian peta SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan dilakukan berdasarkan
Tata cara penyajian peta M4.1 dan peta M4.2 pada SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:
Pada peta matriks 4.1 (M4.1) Hasil Prioritas Program Pemanfaatan Ruang dalam Lingkup Pulau/Kepulauan dan Provinsi, yang akan menunjukan secara spasial terkait prioritas program pemanfaatan ruang.
Lingkup analisis yang dilakukan meliputi:
Sasaran yang diharapkan adalah untuk memperoleh gambaran lokasi indikatif program pemanfaatan ruang berdasarkan hasil penilaian pada proses prioritas program pemanfaatan ruang yang diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) tingkat prioritas yaitu Prioritas 1, Prioritas 2, dan Prioritas 3.
Input, proses, dan output pada penyajian peta M4.2 SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan adalah sebagai berikut:
Input penyajian peta SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan menggunakan data spasial berdasarkan hasil analisis pada matriks 4.1 Hasil Prioritas Program Pemanfaatan Ruang dalam Lingkup Pulau/Kepulauan dan Provinsi.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyajian peta SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan:
Hasil output berupa Peta SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan dari matriks 4.1 Hasil Prioritas Program Pemanfaatan Ruang dalam Lingkup Pulau/Kepulauan dan Provinsi dapat disajikan secara berurutan sesuai dengan prioritasnya atau sesuai kebutuhan dengan mengutamakan kejelasan informasi program. Apabila pembuatan keterangan/callout rincian program tidak cukup dimuat dalam 1 (satu) lembar peta, maka dapat digambarkan menjadi beberapa bagian lembar peta.
Contoh Peta M4.1 SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan tercantum dalam Gambar IV.4.
Pada peta matriks 4.2 (M4.2) Rekapitulasi Program Pemanfaatan Ruang Kawasan Prioritas Tahun T+2, yang akan menunjukan secara spasial terkait prioritas program pemanfaatan ruang di kawasan prioritas.
Lingkup analisis yang dilakukan meliputi:
Sasaran yang diharapkan adalah untuk memperoleh gambaran lokasi indikatif program pemanfaatan ruang berdasarkan hasil penilaian pada proses prioritas program pemanfaatan ruang yang diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) tingkat prioritas yaitu Prioritas 1, Prioritas 2, dan Prioritas 3 di setiap kawasan prioritas terpilih.
Input, proses, dan output pada penyajian peta M4.2 SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan adalah sebagai berikut:
Input penyajian peta SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan menggunakan data spasial berdasarkan hasil analisis pada matriks 4.2 Rekapitulasi Program Pemanfaatan Ruang Kawasan Prioritas Tahun t+2, serta data spasial kawasan prioritas terpilih pada matriks 1 SPPR JP.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyajian peta M4.2 SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan:
Hasil output berupa Peta SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan dari matriks 4.2 Rekapitulasi Program Pemanfaatan Ruang Kawasan Prioritas Tahun t+2 dapat disajikan secara berurutan sesuai dengan prioritasnya atau sesuai kebutuhan dengan mengutamakan kejelasan informasi program. Apabila pembuatan keterangan/callout rincian program tidak cukup dimuat dalam 1 (satu) lembar peta, maka dapat digambarkan menjadi beberapa bagian lembar peta.
Contoh Peta M4.2 SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan tercantum dalam Gambar IV.5.
Dalam penyajian peta SPPR mengacu pada kaidah ketentuan penyajian peta RTR sesuai peraturan perundang-undangan. Namun, terdapat beberapa ketentuan pengaturan khusus yang digunakan dalam peta SPPR. Ketentuan terkait kodifikasi, simbol, pewarnaan, dan penggambaran untuk mendukung penyusunan peta SPPR tercantum pada Tabel IV.12 dan Tabel IV.13.
| Kode | Jenis Program | Simbol | Pewarnaan |
|---|---|---|---|
| SDA | Program infrastruktur terkait Sumber Daya Air |
![]() |
(Fill: 156 194 229) |
| JLN | Program infrastruktur terkait Pembangunan Jalan dan Jembatan | ||
| KIM | Program infrastruktur terkait Sarana dan Prasarana Permukiman | ||
| DAT | Program infrastruktur Perhubungan Darat |
![]() |
(Fill: 255 000 000) |
| LAT | Program infrastruktur Perhubungan Laut | ||
| DAR | Program infrastruktur Perhubungan Udara | ||
| KRT | Program infrastruktur Perhubungan Perkeretaapian | ||
| LIS | Program infrastruktur terkait Ketenagalistrikan |
![]() |
(Fill: 255 255 000) |
| GAS | Program infrastruktur terkait Minyak dan Gas Bumi | ||
| MBB | Program infrastruktur terkait Mineral dan Batu Bara | ||
| EBT | Program infrastruktur terkait Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi | ||
| KOM | Program infrastruktur terkait Informasi dan Komunikasi Publik | ![]() |
(Fill: 112 048 160) |
| BCN | Program infrastruktur terkait kegiatan Penanggulangan Bencana | ![]() |
(Fill: 195 155 000) |
| HAN | Program infrastruktur terkait Pertahanan dan Keamanan | ![]() |
(Fill: 255 190 190) |
| LIM | Program infrastruktur terkait Pengolahan Limbah | ![]() |
(Fill: 205 245 122) |
| PRT | Program Infrastruktur terkait Kelautan dan Perikanan | ![]() |
(Fill: 000 092 230) |
| XXX*) | Program infrastruktur yang bersifat spasial lainnya | ![]() |
(Fill: 180 125 225) |
| Nama Unsur | Ilustrasi Penggambaran | Keterangan *) |
|---|---|---|
| Klasifikasi Jenis Rencana Pola Ruang dan Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | ||
| Kawasan Budi Daya | ![]() |
(Fill: 255 255 129) |
| Kawasan Lindung | ![]() |
(Fill: 128 185 166) |
| Kawasan Andalan Darat | ![]() |
(Outline: 255 000 000) |
| Kawasan Andalan Laut | ![]() |
(Outline: 223 115 255) |
| SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan | ||
| Kawasan Didorong | ![]() |
(Fill: 255 190 232) Transparan 10% |
| Kawasan Dikendalikan |
|
(Fill: 38 115 000) Transparan 10% |
| Titik Sinkronisasi Tinggi | ![]() |
(Fill: 255 000 000) (Outline: 000 000 000) |
| Titik Sinkronisasi Sedang | ![]() |
(Fill: 076 230 000) (Outline: 000 000 000) |
| Titik Sinkronisasi Rendah | ![]() |
(Fill: 000 112 255) (Outline: 000 000 000) |
| Pewarnaan lambang sektor |
|
Disesuaikan dengan ketentuan kodifikasi dan pewarnaan program pemanfaatan ruang pada Tabel IV.9 |
|
SPPR Jangka Pendek 1 (satu) Tahunan |
||
| Program Prioritas 1 dan titik lokasi program (indikatif) | ![]() |
(Fill: 255 190 190) (Outline: 255 000 000) |
| Program Prioritas 2 dan titik lokasi program (indikatif) | ![]() |
(Fill: 165 245 122) (Outline: 076 230 000) |
| Program Prioritas 3 dan titik lokasi program (indikatif) | ![]() |
(Fill: 190 210 255) (Outline: 000 112 255) |
| Jalan | ![]() |
(Fill: 230 152 000) |
| Logo Instansi Pelaksana | ![]() ![]() |
Disesuaikan dengan lambang instansi sektoral (K/L) dan/atau Perangkat Daerah |
| Jalan | ![]() |
(Fill: 230 152 000) |
Keterangan:
*)Dalam penyajian peta SPPR warna simbol menggunakan RGB dan ukuran simbol dapat disajikan secara proporsional mengikuti skala tampilan peta.
GAMBAR IV.1
CONTOH PENYAJIAN PETA MATRIKS 2 SINTESIS RENCANA TATA RUANG DAN RENCANA PEMBANGUNAN PADA SPPR JANGKA MENENGAH 5 (LIMA) TAHUNAN RTR KEPULAUAN NUSA TENGGARA



GAMBAR IV.2
CONTOH PENYAJIAN PETA MATRIKS 3.3 REKOMENDASI MASUKAN UNTUK PENINJAUAN KEMBALI DALAM RANGKA REVISI RTR PADA SPPR JANGKA MENENGAH 5 (LIMA) TAHUNAN



GAMBAR IV.3
CONTOH PENYAJIAN PETA MATRIKS 4 RENCANA TERPADU PROGRAM PEMANFAATAN RUANG JANGKA MENENGAH PADA SPPR JANGKA MENENGAH 5 (LIMA) TAHUNAN RTR KEPULAUAN NUSA TENGGARA



GAMBAR IV.4
CONTOH PENYAJIAN PETA MATRIKS 4.1 HASIL PRIORITAS PROGRAM PEMANFAATAN RUANG TAHUN 2025 PADA SPPR JANGKA PENDEK 1 (SATU) TAHUNAN DI KEPULAUAN NUSA TENGGARA BERDASARKAN PROVINSI



GAMBAR IV.5
CONTOH PENYAJIAN PETA MATRIKS 4.2 REKAPITULASI PROGRAM PEMANFAATAN RUANG KAWASAN PRIORITAS TAHUN 2025 DI KEPULAUAN NUSA TENGGARA

