Penyusunan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) oleh Pemerintah Daerah terdiri atas:
Penyusunan SPPR oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan kewenangannya dan dilakukan terhadap RTRW Provinsi, RTRW Kabupaten, dan/atau RTRW Kota yaitu dengan menyelaraskan indikasi program utama RTR tingkat daerah dengan program sektoral dan kewilayahan dalam dokumen rencana pembangunan.
Lingkup wilayah SPPR oleh Pemerintah Daerah adalah wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota berdasarkan RTRW sesuai kewenangannya.
Lingkup program pemanfaatan ruang yang ditelaah dalam penyusunan SPPR oleh Pemerintah Daerah adalah seluruh program infrastruktur untuk mewujudkan fungsi kawasan sesuai dengan arahan pemanfaatan ruang dalam RTRW Provinsi atau RTRW Kabupaten/Kota dengan ketentuan sebagai berikut:
Tata cara penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan terdiri atas 4 (empat) tahap utama yaitu:
Hasil penyusunan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan meliputi:
Pada setiap tahap penyusunan akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:
Identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan merupakan upaya untuk mengidentifikasi sasaran wilayah/kawasan yang disebutkan dalam dokumen RTR maupun dokumen rencana pembangunan. Wilayah/Kawasan yang teridentifikasi akan menjadi acuan keterpaduan fungsi dan lokasi untuk program infrastruktur yang direncanakan. Perwujudan infrastruktur pada dasarnya adalah untuk mendukung fungsi pengembangan pada wilayah/kawasan yang diarahkan pengembangannya dalam RTR maupun rencana pembangunan.
Identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan berdasarkan RTR dilakukan dengan melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan yang diamanatkan dalam RTRW di daerah dan meninjau konsistensi arahan pengembangan wilayah/kawasan pada RTR yang lebih makro. SPPR Provinsi melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan yang tercantum dalam RTRWN, RTR KSN hingga RTR laut seperti RZ KAW dan RZ KSNT pada wilayah provinsi. SPPR Kabupaten/Kota melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan yang tercantum dalam RTRWN, RTR KSN hingga RTRWP pada wilayah Kabupaten/Kota.
Identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan berdasarkan rencana pembangunan dilakukan dengan melihat arahan pengembangan wilayah/kawasan pada lingkup wilayah daerah yang diamanatkan dalam rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah antara lain:
Hasil identifikasi sasaran pengembangan wilayah/kawasan RTR dan rencana pembangunan diinventarisasi menjadi acuan sasaran pengembangan wilayah/kawasan dalam SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Proses yang dilakukan pada tahap ini meliputi:
Output yang dihasilkan pada tahap ini adalah Matriks 1 (M1) Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan yang memuat:
Format Matriks 1 Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan tercantum pada Tabel II.1.
| No. | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan RTRW Kabupaten/Kota) | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan RTR Tingkat nasional dan Provinsi**) | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan berdasarkan Rencana Pembangunan | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan Provinsi .... / Kabupaten ..../Kota .... | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| RTRWN | RTR Pulau/ Kepulauan | RTR KSN | RZ KAW ... / RZ KSNT | RTRW Provinsi | RPJMN | Kebijakan Nasional yang Bersifat strategis | RPJMD | |||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| A. | Sistem Perkotaan / Pusat Permukiman / Pusat Pelayanan | |||||||||
| 1. | ||||||||||
| 2. | ||||||||||
| B. | Kawasan Andalan | |||||||||
| 1. | Kawasan Andalan ... | |||||||||
| a. | ||||||||||
| b. | ||||||||||
| 2. | Kawasan Andalan ... | |||||||||
| a. | ||||||||||
| b. | ||||||||||
| C. | Kawasan Strategis Provinsi/Kabupaten/Kota/RDTR | |||||||||
| 1. | ||||||||||
| 2. | ||||||||||
Keterangan:
Inventarisasi dan Sintesis RTR dengan Rencana Pembangunan dilakukan untuk mengumpulkan daftar indikasi program jangka menengah 5 (lima) tahunan berdasarkan RTRW maupun rencana pembangunan, serta menyusun sintesis program yang mempertajam indikasi program utama menjadi bahasa program hingga level kegiatan/sub kegiatan disertai dengan keterangan lokasi pelaksanaan program.
Inventarisasi program dilakukan dengan menginventarisasi rencana struktur ruang RTRW, indikasi program utama RTRW, serta program sektoral dan kewilayahan dokumen rencana pembangunan dan kebijakan nasional yang bersifat strategis sehingga dapat terkumpul seluruh program pemanfaatan ruang jangka menengah 5 (lima) tahunan di dalam wilayah provinsi/kabupaten/kota.
Kemudian dilakukan sintesis program melalui penajaman bahasa program hingga level kegiatan/sub kegiatan beserta dengan keterangan lokasi program.
Sintesis akan menghasilkan jenis program/kegiatan dan lokasi yang lebih jelas sehingga dapat lebih mudah dan siap untuk dilakukan analisis sinkronisasi program berbasis spasial antarprogram.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Input inventarisasi program sektoral dan kewilayahan SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan oleh Pemerintah Daerah tercantum pada Tabel II.2.
| No. | Dokumen Rencana Pembangunan dan Kebijakan Nasional yang Bersifat Strategis | Kriteria dan Penjelasan |
|---|---|---|
| 1 | Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) | Merupakan dokumen perencanaan nasional untuk periode
5 (lima) tahunan. Rencana dan program dalam RPJMN yang terdapat di lingkup wilayah
penyusunan SPPR Daerah
Catatan: Dalam hal RPJMN belum ditetapkan, maka dapat mengacu pada Rancangan RPJMN. |
| 2 | Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) | Merupakan dokumen perencanaan daerah untuk periode 5
(lima) tahunan.
Catatan: Dalam hal RPJMD belum ditetapkan, maka dapat mengacu pada RPD atau Rancangan RPJMD. |
| 3 | Rencana Strategis Perangkat Daerah | Merupakan dokumen perencanaan perangkat daerah untuk
periode 5 (lima) tahunan yang telah ditetapkan (legal).
Contoh: Renstra Dinas PUPR, dsb. |
| 4 | Rencana pembangunan sektoral | Merupakan dokumen perencanaan pembangunan sektoral di
daerah yang merupakan amanat dari undang-undang atau peraturan daerah yang telah
ditetapkan (legal) selain Renstra Perangkat Daerah, umumnya ditetapkan dengan
SK Gubernur/Walikota/Bupati atau SK Kepala Badan/Dinas.
Contoh: Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Rencana Induk Pengelolaan Persampahan Kabupaten dsb. |
| 5 | Kebijakan nasional yang bersifat strategis | Merupakan kebijakan, program dan/atau proyek yang memiliki
sifat strategis secara nasional untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan
dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ditetapkan oleh Presiden.
Dalam hal ini, program/proyek nasional bersifat strategis yang terdapat dalam
lingkup wilayah penyusunan SPPR Daerah.
Contoh: Peraturan Presiden tentang Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan peraturan perundang-undangan lainnya tentang KEK, KI, KSPN, atau percepatan pengembangan kawasan tertentu. |
Proses yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
Output yang dihasilkan dalam tahap ini terdiri atas:
Format Matriks 2 Inventarisasi dan Sintesis Program dari Rencana Tata Ruang dan Rencana Pembangunan tercantum pada Tabel II.4.
| Sistem Infrastruktur | Jenis Infrastruktur | Kode Program | Bentuk Geometri | Program Prasyarat | Program Optimasi | Lingkup SPPR |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sistem Jaringan Jalan | Jalan Arteri Primer | JLN.A. | LINE | JLN.C. | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Jalan Arteri Sekunder | JLN.B. | LINE | JLN.D. | Pusat, Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Kolektor Primer | JLN.C. | LINE | JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Kolektor Sekunder | JLN.D. | LINE | JLN.F | Pusat, Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Lokal Primer | JLN.E | LINE | JLN.C. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Lokal Sekunder | JLN.F | LINE | JLN.D. / JLN.E | Pusat, Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Lingkungan Primer | JLN.G | LINE | JLN.E. / JLN.F | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Lingkungan Sekunder | JLN.H | LINE | JLN.F. / JLN.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalan Strategis Nasional | JLN.I | LINE | JLN. | Pusat | ||
| Jalan Bebas Hambatan | JLN.J | LINE | JLN.A/JLN.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Khusus | JLN.K | LINE | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalan Masuk dan Keluar Terminal Barang dan Penumpang | JLN.L | LINE | JLN.A/JLN.C / JLN.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jembatan | JLN.M | LINE | JLN | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan | Lajur, Jalur, atau Jalan Khusus Angkutan Massal Berbasis Jalan | DAT.A | LINE | JLN | DAT.G | Pusat |
| Terminal Penumpang Tipe A | DAT.B | POINT | JLN.A/JLN.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Terminal Penumpang Tipe B | DAT.C | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Terminal Penumpang Tipe C | DAT.D | POINT | JLN.A/JLN.B / JLN.C/JLN.D / JLN.E/JLN.F | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Terminal Barang | DAT.E | POINT | JLN.A/JLN.B / JLN.C/JLN.D/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jembatan Timbang | DAT.F | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | Daerah (Prov) | ||
| Halte | DAT.G | POINT | DAT.A | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jalur Sepeda | DAT.H | LINE | DAT.I | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Pejalan Kaki (Pedestrian) | DAT.I | LINE | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Jaringan Perkeretaapian | Jaringan Jalur Kereta Api Antarkota | KAI.A | LINE | KAI.H | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Jalur Monorel | KAI.B | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur Kereta Rel Listrik | KAI.C | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur MRT | KAI.D | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur LRT | KAI.E | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jalur Kereta Api Perkotaan Lainnya | KAI.F | LINE | KAI.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan Jalur Kereta Api Khusus | KAI.G | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Stasiun Penumpang Kereta Api Antarkota | KAI.H | POINT | KAI.A; JLN.A/ JLN.B/JLN.C/ JLN.D/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Penumpang Kereta Api Perkotaan | KAI.J | POINT | KAI.B / KAI.C / KAI.D / KAI.E / KAI.F; JLN.A/ JLN.B/JLN.C/ JLN.D/JLN.E / JLN.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Barang | KAI.K | POINT | JLN.A/JLN.B / JLN.C/JLN.D/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Operasi | KAI.L | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.I / JLN.J; ASD.D/ ASD.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Sungai, Danau, dan Penyeberangan | Pelabuhan Penyeberangan Kelas I | ASD.A | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Penyeberangan Kelas II | ASD.B | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.I / JLN.J; ASD.E / ASD.F / ASD.G | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Penyeberangan Kelas III | ASD.C | POINT | JLN.C/JLN.E; ASD.F/ASD.G / ASD.H | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan Antarnegara | ASD.D | LINE | ASD.A | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan Antarprovinsi | ASD.E | LINE | ASD.A/ASD.B | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan Antarkabupaten/Kota dalam Provinsi | ASD.F | LINE | ASD.B/ASD.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Penyeberangan dalam Kabupaten | ASD.G | LINE | ASD.B/ASD.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Lintas Penyeberangan dalam Kota | ASD.H | LINE | ASD.B/ASD.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Pelabuhan Sungai dan Danau Utama | ASD.I | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.I / JLN.J; ASD.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Sungai dan Danau Pengumpul | ASD.J | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E/JLN.I / JLN.J; ASD.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Sungai dan Danau Pengumpan | ASD.K | POINT | JLN.C/JLN.E; ASD.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Lintas Angkutan Sungai dan Danau | ASD.L | LINE | ASD.I / ASD.J/ ASD.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur Pelayaran Sungai dan Danau | ASD.M | LINE | ASD.I / ASD.J/ ASD.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Transportasi Laut | Pelabuhan Utama | LAT.A | POINT | JLN.A. / JLN.I / JLN.J; LAT.J/ LAT.K/LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Pelabuhan Pengumpul | LAT.B | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.I/JLN.J; LAT.J/LAT.K / LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Pengumpan Regional | LAT.C | POINT | JLN.C/ JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Pengumpan Lokal | LAT.D | POINT | JLN.E; LAT.J/ / LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Perikanan Samudera | LAT.E | POINT | JLN.A./JLN.C / JLN.I / JLN.J; LAT.J/LAT.K / LAT.N | LAT.K | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Pelabuhan Perikanan Nusantara | LAT.F | POINT | JLN.A. / JLN.C /JLN.I/JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Perikanan Pantai | LAT.G | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pangkalan Pendaratan Ikan | LAT.H | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pelabuhan Lainnya | LAT.I | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur-Pelayaran Umum dan Perlintasan | LAT.J | LINE | LAT.A/LAT.B / LAT.C/LAT.D/ LAT.E / LAT.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur-Pelayaran Masuk Pelabuhan | LAT.K | LINE | LAT.A/LAT.B / LAT.C/LAT.D/ LAT.E/LAT.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur Pelayaran Khusus | LAT.L | LINE | LAT.Q | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Dermaga | LAT.M | POINT | JLN. | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) | LAT.N | POINT | LAT.J/LAT.K / LAT.L | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Alur-Pelayaran Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) | LAT.O | LINE | LAT.D/ LAT.I / LAT.F; LAT.N | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Terminal Umum | LAT.P | POINT | LAT.A/LAT.B / LAT.C/LAT.D | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Transportasi Udara | Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Primer | DAR.A | POINT | JLN.A./JLN.I / JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Sekunder | DAR.B | POINT | JLN.A. /JLN.I/ JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bandar Udara Pengumpul Skala Pelayanan Tersier | DAR.C | POINT | JLN.A. / JLN.C / JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bandar Udara Pengumpan | DAR.D | POINT | JLN.C/JLN.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bandar Udara Umum di Perairan | DAR.E | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Bandar Udara Khusus | DAR.F | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi | Infrastruktur Migas | MGS.A | POINT | JLN.A. / JLN.C /JLN.E/JLN.I / JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Sarana Penyimpanan Bahan Bakar Migas | MGS.B | POINT | JLN.A. / JLN.C /JLN.E/JLN.I / JLN.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sarana Pengolahan Hasil Pembakaran Migas | MGS.C | POINT | MGS.F/MGS.G | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sarana Pengolahan Migas Lainnya | MGS.D | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Transmisi Migas | MGS.E | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan yang Menyalurkan Minyak Bumi dari Fasilitas Produksi-Kilang Pengolahan | MGS.F | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan yang Menyalurkan Gas Bumi dari Fasilitas Produksi Kilang Pengolahan | MGS.G | LINE | MGS.B | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan yang Menyalurkan Minyak Bumi dari Fasilitas Produksi-Tempat Penyimpanan | MGS.H | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan yang Menyalurkan Gas Bumi dari Fasilitas Produksi ke Tempat Penyimpanan | MGS.I | LINE | MGS.B | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan yang Menyalurkan Gas Bumi dari Kilang Pengolahan - Konsumen | MGS.J | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Pipa Bawah Laut Minyak dan Gas Bumi | MGS.K | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Infrastruktur Ketenagalistrikan | Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) | LIS.A | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) | LIS.B | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M / LIS.N/ LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) | LIS.C | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N/ LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) | LIS.D | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) | LIS.E | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) | LIS.F | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) | LIS.G | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) | LIS.H | POINT | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) | LIS.I | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pembangkit Listrik Lainnya | LIS.J | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Ultra Tinggi (SUTUT) | LIS.K | LINE | LIS.A/LIS.B / LIS.C / LIS.D/ LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) | LIS.L | LINE | LIS.A / LIS.B / LIS.C / LIS.D/ LIS.E/LIS.F / LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) | LIS.M | LINE | LIS.A/LIS.B/ LIS.C / LIS.D/ LIS.E/LIS.F/ LIS.G / LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Tinggi Arus Searah (SUTTAS) | LIS.N | LINE | LIS.A/LIS.B / LIS.C / LIS.D/ LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Kabel Tegangan Ekstra Tinggi (SKTET) | LIS.O | LINE | LIS.A / LIS.B / LIS.C / LIS.D / LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) | LIS.P | LINE | LIS.A / LIS.B/ LIS.C / LIS.D/ LIS.E/LIS.F/ LIS.G / LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Transmisi Lainnya | LIS.Q | LINE | LIS.A / LIS.B/ LIS.C/LIS.D/ LIS.E / LIS.F/ LIS.G/LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) | LIS.R | LINE | LIS.K/LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) | LIS.S | LINE | LIS.R; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) | LIS.T | LINE | LIS.K/LIS.L/ LIS.M / LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Saluran Distribusi Lainnya | LIS.U | LINE | LIS.K/LIS.L/ LIS.M/LIS.N / LIS.O / LIS.P; LIS.Y; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Kabel Bawah Tanah | LIS.V | LINE | LIS.R; LIS.Z | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Kabel Bawah Laut untuk Ketenagalistrikan | LIS.W | LINE | LIS.A / LIS.B / LIS.C/LIS.D / LIS.E / LIS.F/ LIS.G / LIS.H / LIS.I / LIS.J; LIS.W; LIS.X | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Gardu Induk | LIS.X | POINT | LIS.K / LIS.L/ LIS.M / LIS.N/ LIS.O / LIS.P; LIS.Y; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Gardu Hubung | LIS.Y | POINT | LIS.R; LIS.X | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Gardu Distribusi | LIS.Z | POINT | LIS.S / LIS.U / LIS.V; LIS.Y | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Titik Pendaratan (Landing Point) | LIS.AA | POINT | LIS.W | Pusat | ||
| Jaringan Pipa Fluida Lainnya | LIS.AB | LINE | Pusat | |||
| Jaringan Tetap (telekomunikasi) | Jaringan Kabel | KOM.A | LINE | KOM.C | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Jaringan Kabel Bawah Laut Untuk Telekomunikasi | KOM.B | LINE | KOM.C | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan Serat Optik | KOM.C | LINE | KOM.A / KOM.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sentral Telepon Otomat (STO) | KOM.D | POINT | KOM.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Rumah Kabel | KOM.E | POINT | KOM.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Kotak Pembagi | KOM.F | POINT | KOM.G | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Telepon Fixed Line | KOM.G | LINE | KOM.D; KOM.E; KOM.F | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Bergerak Terestrial | KOM.H | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Jaringan Bergerak | Infrastruktur Jaringan Mikro Digital | KOM.I | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Jaringan Bergerak Seluler | KOM.J | POINT | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Stasiun Transmisi (Sistem Televisi) | KOM.K | POINT | JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Menara Base Transceiver Station (BTS) | KOM.L | POINT | LIS.Z | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Bergerak Satelit | KOM.M | POINT | JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Stasiun Bumi (Satelit) | KOM.N | POINT | JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Prasarana Sumber Daya Air | Jaringan Irigasi Primer | SDA.A | LINE | SDA.H / SDA.I; SDA.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Jaringan Irigasi Sekunder | SDA.B | LINE | SDA.A; SDA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Irigasi Tersier | SDA.C | LINE | SDA.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Irigasi Air Tanah | SDA.D | LINE | SDA.B / SDA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Pengendalian Banjir | SDA.E | LINE | SDA.F | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bangunan Pengendalian Banjir | SDA.F | POINT | SDA.E | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Pintu Air | SDA.G | POINT | SDA.H / SDA.I / SDA.J / SDA.A / SDA.B | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bendungan | SDA.H | POINT | SDA.A; SDA.G; SDA.J | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Bendung | SDA.I | POINT | SDA.A; SDA.G; SDA.J | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Penanganan Air Permukaan | SDA.J | LINE | Pusat | |||
| Penanganan Air Tanah | SDA.K | POINT | Pusat | |||
| Pengaman Pantai | SDA.L | LINE | Pusat, Daerah (Prov) | |||
| Tanggul Penahan Longsor | SDA.M | LINE | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) | Bangunan Pengambil Air Baku | PAM.A | POINT | PAM.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Jaringan Transmisi Air Baku | PAM.B | LINE | PAM.A; PAM.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Instalasi Produksi Air | PAM.C | POINT | PAM.B; PAM.E | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Penampung Air | PAM.D | POINT | PAM.E | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Distribusi Pembagi | PAM.E | LINE | PAM.B; PAM.D; PAM.F | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sambungan Langsung | PAM.F | LINE | PAM.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Hidran Umum | PAM.G | POINT | PAM.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Hidran Kebakaran | PAM.H | POINT | PAM.E | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sumur Dangkal (BJP) | PAM.I | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sumur Pompa (BJP) | PAM.J | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Bak Penampungan Air Hujan (BJP) | PAM.K | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Terminal Air (BJP) | PAM.L | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Bangunan Penangkap Mata Air (BJP) | PAM.M | POINT | Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) | Jaringan Sistem Pengelolaan Air Limbah Non Domestik | LIM.A | LINE | LIM.B | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Infrastruktur Sistem Pengelolaan Air Limbah Non Domestik | LIM.B | POINT | LIM.A | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Setempat - Sub-sistem Pengolahan Setempat | LIM.C | POINT | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| SPALD Setempat - Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) | LIM.D | POINT | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| SPALD Terpusat - Pipa Tinja | LIM.E | LINE | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Non Tinja | LIM.F | LINE | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Persil | LIM.G | LINE | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Bak Perangkap Lemak dan Minyak dari Dapur | LIM.G | POINT | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Bak Kontrol | LIM.H | POINT | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat Lubang Inspeksi | LIM.I | POINT | LIM.J | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Retikulasi | LIM.J | LINE | LIM.K; LIM.E / LIM.F / LIM.G; LIM.H / LIM.I | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Pipa Induk | LIM.K | LINE | LIM.J; LIM.N / LIM.M/LIM.O | Daerah (Kab/Kota) | ||
| SPALD Terpusat - Prasarana dan Sarana Pelengkap | LIM.L | POINT | LIM.J / LIM.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| SPALD Terpusat - IPAL Kota | LIM.M | POINT | LIM.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| SPALD Terpusat - IPAL Skala Kawasan Tertentu/ Permukiman | LIM.N | POINT | LIM.K | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| SPALD Terpusat - IPAL Komunal Industri Rumah Tangga | LIM.O | POINT | LIM.K | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) | LIM.P | POINT | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |||
| Sistem Jaringan Persampahan | Stasiun Peralihan Antara (SPA) | SAM.A | POINT | SAM.B/SAM.C; SAM.D; JLN | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) | SAM.B | POINT | SAM.A/SAM.E / SAM.D; JLN | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Tempat Penampungan Sementara (TPS) | SAM.C | POINT | SAM.A/SAM.E / SAM.D; JLN | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) | SAM.D | POINT | SAM.A / SAM.B / SAM.C; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) | SAM.E | POINT | SAM.A/SAM.B / SAM.C; JLN | Pusat, Daerah (Prov) | ||
| Sistem Jaringan Drainase | Jaringan Drainase Primer | DRA.A | LINE | DRA.B | Pusat, Daerah (Prov) | |
| Jaringan Drainase Sekunder | DRA.B | LINE | DRA.A: DRA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Drainase Tersier | DRA.C | LINE | DRA.B; DRA.D | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Jaringan Drainase Lokal | DRA.D | LINE | DRA.C | Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Peresapan (Kolam Retensi) | DRA.E | POINT | DRA.A / DRA.B / DRA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Tampungan (Polder) | DRA.F | POINT | DRA.A/DRA.B / DRA.C | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Bangunan Pelengkap Drainase | DRA.G | POINT | DRA.A/DRA.B / DRA.C / DRA.D | Pusat, Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sistem Jaringan Evakuasi Bencana | Jalur Evakuasi Bencana | BCN.A | LINE | JLN./BCN.B / BCN.C | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | |
| Tempat Evakuasi Sementara | BCN.B | POINT | BCN.A: BCN.C | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Tempat Evakuasi Akhir | BCN.C | POINT | BCN.A/BCN.B | Daerah (Prov), Daerah (Kab/Kota) | ||
| Sistem Prasarana Pertahanan dan Keamanan | Markas TNI Angkatan Darat | HKM.A | POINT | JLN. | Pusat | |
| Pangkalan TNI Angkatan Laut | HKM.B | POINT | JLN. | Pusat | ||
| Pangkalan TNI Angkatan Udara | HKM.C | POINT | JLN. | Pusat | ||
| Pos Lintas Batas | HKM.D | POINT | JLN. | Pusat (KPN) | ||
| Pos Pengamanan Batas | HKM.E | POINT | JLN. | Pusat (KPN) | ||
| Karantina dan Bea Cukai | HKM.F | POINT | JLN. | Pusat (KPN) | ||
| Sarana Hankam Lainnya | HKM.G | POINT | JLN. | Pusat | ||
| Sarana Prasarana Perumahan | Rumah Susun Umum (Public Housing) | RUM.A | POINT | JLN. PAM.E; PAM.F; PAM.H; LIM.M/LIM.N; SAM.B/SAM.C; DRA.C/DRA,D | optional (Pusat/Daerah) | |
| Rumah Khusus | RUM.B | POINT | JLN. PAM.E; PAM.F; LIM.M/LIM.N; SAM.B/SAM.C; DRA.C/DRA,D | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Penataan Kawasan Kumuh | RUM.C | POINT | JLN. PAM.E; PAM.F; LIM.C/LIM.M/LIM.N; SAM.B/SAM.C; DRA.C/DRA,D | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Sistem Prasarana Pariwisata | Destinasi Pariwisata | WST.A | POINT | WST.C | WST.B; WST.D | optional (Pusat/Daerah) |
| Amenitas Wisata | WST.B | POINT | WST.A; WST.C | WST.D | optional (Pusat/Daerah) | |
| Jalan Akses menuju Destinasi Wisata | WST.C | LINE | WST.A | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Trayek Angkutan Pariwisata | WST.D | LINE | WST.A; WST.C | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Sarana Prasarana Perekonomian | Sentra Produksi | EKO.A | POINT | EKO.B | EKO.B; EKO.C; EKO.D; EKO.E/EKO.F /EKO.G; SDA.B/SDA.C /SDA.D | optional (Pusat/Daerah) |
| Sarana Prasarana Penunjang Input Produksi (Pupuk, Pembibitan, dll) | EKO.B | POINT | EKO.A | EKO.C | optional (Pusat/Daerah) | |
| Unit Industri Pengolahan | EKO.C | POINT | EKO.A. | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Gudang Distribusi | EKO.D | POINT | EKO.A | optional (Pusat/Daerah) | ||
| Pasar Induk | EKO.E | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Pasar Tradisional | EKO.F | POINT | JLN.C/JLN.E / JLN.G | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Pasar Komoditas (Pasar Hewan/Ikan/dll) | EKO.G | POINT | JLN.C/JLN.E / JLN.G | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Sarana Prasarana Pemerintahan | Kantor Pemerintahan Skala Nasional | PMR.A | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.E | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) |
| Kantor Pemerintahan Skala Provinsi | PMR.B | POINT | JLN.A/JLN.C / JLN.E | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Kantor Pemerintahan Skala Kabupaten/Kota | PMR.C | POINT | JLN.C/JLN.D / JLN.E/JLN.F | PAM.F; PAM.H: LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Kantor Pemerintahan Skala Kecamatan/Kelurahan/Desa | PMR.D | POINT | JLN. | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Sarana Pelayanan Umum | Rumah Sakit Umum | SPU.A | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.E; LIM.B | PAM.F; PAM.H; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) |
| Rumah Sakit Khusus | SPU.B | POINT | JLN.A/JLN.C/ JLN.E; LIM.B | PAM.F; PAM.H; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Puskesmas | SPU.C | POINT | JLN. | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Fasilitas Pendidikan Tinggi | SPU.D | POINT | JLN.A/JLN.B/ JLN.C/JLN.D/ JLN.E/JLN.F; LIM.B | PAM.F; PAM.H; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Fasilitas Pendidikan Menengah | SPU.E | POINT | JLN.C/JLN.D / JLN.E/JLN.F | PAM.F; PAM.H: LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) | |
| Fasilitas Pendidikan Dasar | SPU.F | POINT | JLN.C/JLN.D / JLN.E /JLN.F/JLN.G | PAM.F; PAM.H; LIM.B; SAM.B | optional (Pusat/Daerah) |
| No. | Rencana Struktur Ruang RTRW | Indikasi Program Utama 5 Tahun RTRW | Tahun Pelaksanaan | Rencana Tata Ruang | Rencana Pembangunan dan Kebijakan Nasional | Sintesis Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah 5 (lima) Tahun | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tinjauan Indikasi Program RTRWN | Tinjauan Indikasi Program RTR Pulau/ Kepulauan | Tinjauan Indikasi Program RTR KSN | Tinjauan Indikasi Program RTRW Provinsi atau RTRW Kab/Kota *) | RPJMN | RPJMD Provinsi atau RPJMD Kab/Kota *) | Rencana Strategis Perangkat Daerah | Rencana Pembangunan Perangkat Daerah | Kebijakan Nasional yang Bersifat Strategis | Kode | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Tahun Pelaksanaan | ||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) | (18) |
Keterangan:
SPPR Jangka Menengah dilakukan melalui sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta sinkronisasi waktu. Pada tahap ini dilakukan penyusunan rekomendasi program yang dapat menjadi bahan masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW berdasarkan hasil sintesis di tahap sebelumnya dan hasil analisis sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta sinkronisasi waktu.
Sinkronisasi berdasarkan fungsi dan lokasi dilakukan untuk menganalisis keterkaitan fungsi dan lokasi antarprogram pemanfaatan ruang untuk mendukung keterpaduan perwujudan fungsi kawasan dan sistem infrastruktur dari hulu ke hilir agar dapat menghasilkan manfaat (outcome) dari adanya infrastruktur dengan lebih optimal.
Sinkronisasi fungsi dilakukan dengan melihat keterkaitan antar jenis program yang saling mendukung atau berpengaruh. Bentuk dukungan atau pengaruh antarprogram diklasifikasikan sebagai Program Prasyarat dan Program Optimasi.
Program Prasyarat merupakan program lain yang menjadi prasyarat dari suatu program pemanfaatan ruang sehingga program tersebut dapat terealisasikan dengan baik. Apabila Program Prasyarat tidak berjalan, dapat dipastikan program pemanfaatan ruang juga tidak berjalan. Misalnya, program pembangunan pelabuhan harus disertai dengan program pembangunan akses jalan sebagai program prasyarat, karena jika tidak ada akses jalan, maka pelabuhan tersebut tidak dapat beroperasi.
Program Optimasi merupakan program yang mendukung suatu program pemanfaatan ruang agar dapat berfungsi dengan lebih optimal. Program Optimasi tidak menjadi prasyarat suatu program/kegiatan karena suatu program dapat tetap berjalan tanpa adanya program optimasi, meskipun fungsi program berpotensi menjadi kurang optimal. Misalnya, program pembangunan jalan arteri primer akan lebih optimal jika terkoneksi langsung dengan jalan kolektor primer, tetapi jika tidak langsung terkoneksi jalan arteri primer akan tetap bisa digunakan meskipun menjadi kurang optimal.
Jenis program infrastruktur beserta keterkaitannya dengan Program Prasyarat dan Program Optimasi dapat dilihat pada Tabel II.3.
Sinkronisasi juga dilakukan berdasarkan keterkaitan lokasi yang menggunakan pendekatan analisis berbasis spasial untuk melihat sinkronisasi antarprogram dengan menggunakan perangkat lunak berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Program yang memiliki keterkaitan secara fungsi, juga ditinjau keterkaitannya secara lokasi.
Identifikasi secara lokasi dilakukan dengan teknik pertampalan (overlay) peta maupun pengecekan topologi peta. Terdapat 3 (tiga) jenis sinkronisasi lokasi yang dapat dinilai secara spasial, yaitu:
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika terdapat kondisi tidak terhubungnya/tidak terdapatnya salah satu rencana infrastruktur yang terhubung dengan infrastruktur lainnya sehingga infrastruktur yang dibangun tidak berfungsi optimal.
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika tidak terdapat salah satu atau lebih infrastruktur yang seharusnya terdapat dalam suatu sistem infrastruktur sehingga dapat menyebabkan manfaat/outcome dari infrastruktur tidak terwujud.
Rencana program infrastruktur dinilai tidak konsisten jika terdapat infrastruktur sejenis yang direncanakan dalam RTR dengan rencana pembangunan karena terdapat perbedaan lokasi maupun arahan fungsi infrastruktur.
Ilustrasi penilaian jenis sinkronisasi lokasi secara spasial dapat dilihat pada Tabel II.5
Hasil identifikasi keterkaitan secara fungsi dan lokasi yang memperlihatkan adanya ketidaksinkronan antarinfrastruktur kemudian dibahas bersama para pemangku kepentingan yang terlibat dalam SPPR. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi tindak lanjut untuk menyinkronkan antarprogram. Rekomendasi dapat berupa penambahan dan penyesuaian program/rencana untuk mewujudkan keterpaduan fungsi kawasan maupun keberlanjutan sistem infrastruktur.
Sinkronisasi berdasarkan waktu merupakan upaya yang dilakukan guna menyelaraskan waktu pelaksanaan antarprogram pemanfaatan ruang sesuai dengan kerangka waktu/periode pelaksanaan program. Maksud dari sinkron secara waktu adalah keterpaduan antarprogram dapat berada dalam tahapan pelaksanaan yang sama dan/atau berurutan, serta dapat selesai tepat waktu sesuai kerangka waktu yang direncanakan.
Sinkronisasi waktu dilakukan dengan melihat keterkaitan waktu dengan program prasyarat dan melihat juga status realisasi pelaksanaan program.
Keterkaitan waktu dengan program prasyarat dilakukan dengan memastikan waktu pelaksanaan suatu program yang direncanakan sesudah atau selesai bersamaan dengan waktu pelaksanaan program prasyarat. Misalnya, waktu pelaksanaan pembangunan akses jalan ke pelabuhan direncanakan selesai tahun 2026 dengan melihat waktu pelaksanaan pembangunan pelabuhan yang direncanakan dimulai tahun 2023 hingga selesai tahun 2026 sehingga jalan akses direncanakan selesai bersamaan dengan pembangunan pelabuhan.
Sinkronisasi waktu dilakukan dengan melihat status realisasi pelaksanaan program, yaitu "sudah dilaksanakan", "sedang dilaksanakan" atau "belum dilaksanakan" dengan penjelasan sebagai berikut:
Informasi keterkaitan waktu dengan program prasyarat dan status realisasi pelaksanaan program menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan rekomendasi waktu pelaksanaan dalam penyusunan SPPR Jangka Menengah.
Dalam pelaksanaan sinkronisasi program pemanfaatan ruang, analisis terhadap sinkronisasi dan keterpaduan fungsi, lokasi, dan waktu merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan penilaiannya. Program dapat terlaksana secara optimal jika didukung oleh program lain yang selaras secara fungsi, lokasi, dan waktu dalam rangka mendukung perwujudan RTRW.
Salah satu manfaat yang dapat dihasilkan dari SPPR setelah melakukan proses sinkronisasi antara RTRW dan rencana pembangunan adalah menghasilkan rekomendasi program yang dapat menjadi masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW. Terdapat 3 (tiga) kriteria program yang dapat dijadikan rekomendasi masukan peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW, antara lain:
Rekomendasi program dari angka 1, 2, dan 3 di atas didapatkan dari Matriks 2, sedangkan rekomendasi program dari angka 4 didapatkan dari Matriks 3.1 dan Matriks 3.2.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input dalam tahap ini meliputi:
Jika data pada angka 3 hingga angka 5 dalam bentuk data *.shp atau data vektor lainnya tidak tersedia, maka diperlukan konfirmasi data spasial mengenai program dan lokasi kepada pemangku kepentingan terkait.
Proses yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
Metode analisis sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta sinkronisasi waktu tersebut dapat mengacu pada contoh kriteria penilaian yang tercantum pada Tabel II.5 dan Tabel II.6.
Output dalam tahap ini berupa:
Hasil analisis sinkronisasi fungsi dan lokasi, serta rekomendasi tindak lanjut dituangkan dalam Matriks Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi Fungsi dan Lokasi berdasarkan Keterkaitan Antarjenis Program sesuai dengan format pada Tabel II.7.
Hasil analisis sinkronisasi waktu antarprogram dengan melihat keterkaitan waktu dengan program prasyarat dan status realisasi program dituangkan dalam Matriks Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi Waktu berdasarkan Keterkaitan antarjenis Program sesuai dengan format pada Tabel II.8.
Penyusunan rekomendasi program sebagai bahan masukan untuk peninjauan kembali dalam rangka revisi RTRW bersumber dari program pemanfaatan ruang pada tahap M2 maupun tahap M3. Rekapitulasi rekomendasi program dituangkan ke dalam tabel sesuai dengan format pada Tabel II.9.
| Kriteria Ketidaksinkronan Fungsi dan Lokasi | Pendekatan Analisis Spasial (SIG) |
|---|---|
| Kriteria umum: Program pemanfaatan ruang yang ditelaah merupakan program infrastruktur. | |
| Diskoneksi
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika terdapat kondisi tidak terhubungnya/tidak terdapatnya salah satu rencana infrastruktur yang terhubung dengan infrastruktur lainnya sehingga infrastruktur yang dibangun tidak berfungsi optimal.
Cth: Rencana Pelabuhan tidak terhubung jalan akses |
a. Melakukan pengecekan topologi menggunakan aplikasi pemetaan berbasis SIG dengan memasukkan data titik/point infrastruktur dan jaringan/line infrastruktur. b. Melakukan pengecekan keterhubungan antara titik/point infrastruktur dengan jaringan/line infrastruktur menggunakan ketentuan/rule "Must Be Covered by Endpoint of" dan "Point Must Be Covered by Line" untuk mengidentifikasi error. c. Melakukan pengecekan keterhubungan antara jaringan/line infrastruktur dengan jaringan/line infrastruktur menggunakan rule "Must Not Overlap" dan "Must Not Self Overlap". d. Jika terdapat error, maka hasil pengecekan keterhubungan dapat dilihat pada menu "Error Inspector" untuk ditinjau titik/point infrastruktur dan jaringan/line infrastruktur yang tidak terhubung. |
| Diskontinu
Rencana program infrastruktur dinilai tidak sinkron jika tidak terdapat salah satu atau lebih infrastruktur yang seharusnya terdapat dalam suatu sistem infrastruktur sehingga dapat menyebabkan manfaat/outcome dari infrastruktur tidak terwujud.
Cth: Jaringan Air Minum belum terhubung Rencana Jaringan Unit Pelayanan |
Melakukan pengecekan kontinuitas keterkaitan sistem jaringan dan keterpaduan outcome dari hulu ke hilir sesuai dengan panduan kodifikasi dan keterkaitan antarprogram pemanfaatan ruang, pada Tabel II.3. Jika salah satu atau lebih infrastruktur yang terkait dalam sistem jaringan tidak ada/absen/tidak terdapat, maka akan kondisi "diskontinu" Contoh: Sistem Jaringan terkait dalam infrastruktur air minum perpipaan agar air minum dapat dinikmati masyarakat adalah terdapatnya infrastruktur air minum perpipaan dari hulu ke hilir mulai dari sumber air baku, bangunan pengambil air baku, jaringan transmisi, bangunan pengolahan, jaringan distribusi, bangunan penampungan, hingga unit pelayanan sampai ke rumah tangga. Apabila salah satu dari infrastruktur tersebut absen/tidak ada, maka akan terdapat kondisi "diskontinu" |
| Inkonsistensi
Rencana program infrastruktur dinilai tidak konsisten jika terdapat infrastruktur sejenis yang direncanakan dalam RTRW dengan rencana pembangunan, karena terdapat perbedaan lokasi maupun arahan fungsi infrastruktur.
Cth: Perbedaan lokasi rencana antara rencana tata ruang dan rencana pembanguanan |
a. Menyandingkan data lokasi antarprogram RTRW. b. Menyandingkan data lokasi program RTRW dengan program rencana pembangunan. c. Menemukan adanya "inkosistensi" atau ketidaksesuaian secara lokasi antara RTRW dengan rencana pembangunan |
| Jenis Program Pemanfaatan Ruang | Kriteria Penilaian Waktu |
|---|---|
|
Program pemanfaatan ruang |
Sinkronisasi waktu dilakukan dengan melihat keterkaitan waktu, program prasyarat dan realisasi pelaksanaan program untuk mengetahui status realisasi pelaksanaan program. Kriteria penilaian untuk sinkronisasi waktu. Informasi dan data mengenai realisasi pelaksanaan program diperoleh dari survei sekunder dan/atau survei primer melalui konfirmasi/wawancara/diskusi kepada instansi pelaksana program. Dalam analisis pengisian rekomendasi waktu pelaksanaan program perlu memperhatikan:
Gambar 2.1. Ilustrasi Program Hulu-Hilir dalam Infrastruktur
Jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Setelah diperoleh waktu perkiraan pelaksanaan program melalui hasil analisis, perlu dilakukan diskusi dan konfirmasi kepada instansi pelaksana program agar selaras dengan rencana sektoral. Contoh Penilaian Waktu Pelaksanaan: Penyusunan rekomendasi waktu pelaksanaan pada program sistem jaringan air minum perpipaan perlu mempertimbangkan keterkaitan program dari hulu ke hilir. Misalnya untuk merencanakan SPAM dari sumber air baku Bendungan sebagai sumber air baku, maka perlu dilihat realisasi waktu pelaksanaan pembangunan bendungan dan target pembangunan SPAM dari RTR atau rencana pembangunan, misalnya didapatkan data hasil survei bahwa bendungan sedang dalam tahap konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2027, kemudian terdapat target pembangunan SPAM dapat terwujud pada tahun 2029, maka waktu pembangunan dapat direkomendasikan untuk berjalan secara berurutan dimulai dari hulu yaitu dari bangunan pengambil air baku, dilanjutkan ke jaringan transmisi, instalasi pengolahan, unit distribusi, dan unit pelayanan mulai tahun 2027 hingga tahun 2029. Waktu pelaksanaan juga dimungkinkan direkomendasikan secara pararel jika waktu tersisa tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara berurutan setiap tahun, dengan catatan infrastruktur yang ada di hulu dimulai lebih dahulu pembangunannya. |
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Lokasi | SINKRON | TIDAK SINKRON | HASIL ANALISIS SPASIAL | Rekomendasi Tindak Lanjut | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Program Prasyarat | Program Optimasi | Diskoneksi | Diskontinu | Inkonsisten | ||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| JLN.C.1 | Pembangunan Jalan Kolektor Primer | JLN.E.2 | - | - | - | berisi keterangan dan hasil screenshoot analisis spatial | ||||
| JLN.C.3 | (Bentuk Pengisian yaitu Kode Program) | Bentuk pengisian berupa (Ceklis) | ||||||||
| JLN.C.20.t | ||||||||||
(*) Contoh Pengisian Rekapitulasi Hasil Sinkronisasi untuk Sektor Bina Marga.
Keterangan:
| No | Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Lokasi | Rencana Tahun Pelaksanaan | SINKRON | Realisasi Pelaksanaan | Rekomendasi Waktu Pelaksanaan | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Program Prasyarat | Program Optimasi | Sudah Dilaksanakan (Tahun Realisasi) | Sedang Dilaksanakan (Progres) | Belum Dilaksanakan/ Usulan Program Baru | ||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) |
| JLN.C.1 | Pembangunan Jalan Kolektor Primer | 2025-2029 | JLN.E.12 | FS, DED | 2025 | |||||
| JLN.C.3 | Pembangunan Jalan Kolektor Primer | 2025-2027 | JLN.E.14 | Belum Terlaksana | 2026 | |||||
| JLN.C.20.t | 2026-2029 | Usulan Program Baru | 2025 | |||||||
Keterangan:
| No. | Kode | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/ Kawasan | Lokasi | Sumber dan/atau Alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Sumber Data | Rekomendasi Waktu Pelaksanaan | Relasi Pola Ruang RTRW | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tahun ... | Tahun ... | Tahun ... | Tahun ... | Tahun ... | |||||||||
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) |
Keterangan:
Tahap akhir SPPR Jangka Menengah 5 (lima) Tahunan adalah merumuskan rencana terpadu program pemanfaatan ruang pada lingkup wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota dan dilengkapi informasi detail program dan waktu pelaksanaan program setiap tahun dalam periode 5 (lima) tahun.
Input, proses, dan output dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
Input yang diperlukan dalam tahap ini meliputi:
Proses yang dilakukan pada tahap ini meliputi:
Output pada tahap ini berupa:
Format Matriks 4 Rencana Terpadu Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah tercantum pada Tabel II. 10.
| No | Program Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah 5 (lima) Tahun | Tahun Pelaksanaan Program | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kode Program | Program Pemanfaatan Ruang | Sasaran Pengembangan Wilayah/Kawasan | Lokasi | Besaran | Sumber dan/atau Alternatif Pembiayaan | Instansi Pelaksana | Tahun Ke-1 | Tahun Ke-2 | Tahun Ke-3 | Tahun Ke-4 | Tahun Ke-5 | |
| (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) |
| I. SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI | ||||||||||||
| A | Sistem Transportasi Darat | |||||||||||
| JLN.D | Jaringan Jalan Kolektor Sekunder | |||||||||||
| 1 | JLN.D.1 | -...... | ||||||||||
| 2 | JLN.D.2 | -...... | ||||||||||
| JLN.E | Jaringan Jalan Lokal Primer JLN.E | |||||||||||
| 3 | JLN.E.1 | -...... | ||||||||||
| -...... | ||||||||||||
| JLN... | dst... | |||||||||||
| -...... | ||||||||||||
| B | Sistem Transportasi Laut | |||||||||||
| LAT | Sistem Transportasi Laut | |||||||||||
| LAT.C | Pelabuhan Pengumpan Regional | |||||||||||
| 1 | LAT.C.1 | -...... | ||||||||||
| - | ||||||||||||
| II. SISTEM JARINGAN PRASARANA SUMBER DAYA AIR | ||||||||||||
| A | Sistem Jaringan Irigasi | |||||||||||
| SDA.A | Jaringan Irigasi Primer | |||||||||||
| - | ||||||||||||
| SDA.B | Jaringan Irigasi Sekunder | |||||||||||
| - | ||||||||||||
| III. SISTEM JARINGAN ..... (DST...) | ||||||||||||
| - | ||||||||||||
Keterangan: